200 Seniman Perankan Opera Adeging Kutha Sala

Salah satu adegan di Opera Adeging Kutha Solo, yang digelar di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Minggu (18/2). (foto: metrojateng.com / MJ -25)
SOLO – Sebanyak 200 seniman dari kota Solo ikut serta dalam opera kolosal Adeging Kutha Sala yang berlangsung di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Minggu (18/2). Opera kolosal tersebut merupakan puncak peringatan Hari jadi Kota Solo ke-273 tahun.
Adeging Kutha Sala atau sejarah berdirinya Kota Solo, menjadi salah cerita sejarah yang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang kisah berdirinya kota Solo. Sebelum opera kolosal digelar, terdapat kirab boyong kedaton dari Stadion Sriwedari hingga Balaikota Solo. Kirab yang dimulai pukul 07.00 WIb tersebut ikuti sekitar 500 peserta.
“Kirab boyong kedaton ini sebenarnya replika dari kisah perpindahan Kerajaan Mataram dari Keraton Kartasura menuju ke Keraton Solo pada masa Paku Buwono II,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Solo, Kinkin Sultanul Hakim.
Opera kolosal yang bertemakan Solidaritas dalam Kebhinekaan, memiliki tujuan untuk menciptakan suasana solidaritas dalam wujud gerak warna dan suasana. Opera ini ditonton oleh ribuan masyarakat baik dari kota Solo maupun luar kota Solo. Salah seorang pengunjung asal Salatiga, Rina (22) mengaku datang jauh-jauh dari Salatiga untuk melihat drama opera kolosal yang ditonton secara gratis.
” Biasanya kan opera itu digedung ya dan bayarnya juga gak murah, terus ini ada gratis jadi tertarik saja. Selain itu, juga sekalian jalan-jalan ke Solo liat lampion,” ujarnya.
Sebelumnya, peringatan Hari Jadi Kota Solo ke-273 tahun juga dimeriahkan dengan acara Semarak Jenang Solo yang digelar Sabtu (16/2) dengan membagikan 27.300 takir atau mangkuk jenang secara gratis kepada masyarakat. (MJ-25)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

22 + = 26

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.