20 IKM Logam di Tegal jadi Pilot Project Yayasan Dharma Bhakti Astra

Sektor unggulan merupakan program YDBA yang fokus pada kumpulan UKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang

SLAWI – Sedikitnya 20 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tegal menjadi pilot project dalam pengembangan IKM sektor unggulan yang dilakukan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal. Mereka diharapkan bisa naik kelas dan bertahan lama dalam dunia industri.

Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja (paling kanan) didampingi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal berkunjung ke salah satu indutri logam. Foto: metrojateng.com/ adithya

‎”Ada sekitar 20 IKM komponen otomotif di Tegal yang masuk dalam program sektor unggulan. Tugas kami, sudah barang tentu melakukan pembinaan kepada IKM dan UKM. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah lagi,” ungkap Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja di sela Gathering dan Genba ke UKM Mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PIC UKM Grup Astra, di Lingkungan Industri Kecil (LIK), Kabupaten Tegal, Rabu (10/10/2018).

Menurut Henry, sektor unggulan merupakan program YDBA yang fokus pada kumpulan UKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang dengan terjaminnya ketersediaan sumber daya bahan baku serta mampu sustain dalam proses pemasarannya.

Dalam program ini, lanjut Henry, ada enam tahapan yang dilalui yaitu mengusulkan sektor unggulan, mencari “ayah angkat” atau perusahaan yang ingin bermitra menjadi konsumen yang merupakan target pasar untuk menetapkan standar quality, cost, delivery, serta sebagai tenaga ahli untuk meningkatkan kompetensi, pembinaan UKM pilot, penambahan anggota dan pembentukan komunitas, pembentukan koperasi dan pemandirian.

‎”Pembinaan yang dilakukan yang utama itu manajemen, ke-HRD-an, keuangan, produksi, marketing, lingkungan dan keselamatan kerja. Harapannya IKM yang ikut dalam program sektor unggulan ini naik kelas dan awet,” paparnya.

Menurutnya, program pembinaan IKM sektor unggulan di Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sudah dilakukan sejak 2013 dengan membentuk Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dengan kantor berada di kawasan LIK.

‎”Dari sisi IKM, setelah melihat di daerah lain, bisa dibilang Tegal lebih maju, sudah punya basic, sudah jadi suplier, vendor,” imbuh Henry.

Sejumlah pelaku IKM peserta program sektor unggulan YDBA yang hadir dalam acara itu mengaku terbantu dengan adanya program tersebut sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik.

“Manfaat yang kami dapatkan sangat banyak sekali. Pelatihan dan pendampingan dari IKM tradisional menjadi tersistem. Kami juga diajak kunjungan dan magang ke industri-industri besar sehingga kita termotivasi melakukan perubahan,” kata Sahudin, pemilik PT Gaya Teknik Logam, IKM yang bergerak di bidang logam dengan fokus pada pembuatan komponen roda empat.

Pengelola LPB Kabupaten Tegal Suyanto mengungkapkan, ‎jumlah IKM di Kabupaten Tegal mencapai 31.000. Dari jumlah itu, 2.929 di antaranya merupakan IKM logam.

“Sementara ini yang ikut program sektor unggulan ada 20 IKM logam yang membuat komponen otomotif. Memang baru berapa persennya, karena rata-rata masih home industry,” ujarnya.

Menurut Suyanto, setelah mendapat pelatihan dan pembinaan, IKM yang ikut program sektor unggulan tersebut ke depannya diharapkan bisa menjadi percontohan bagi IKM lain.

“Mereka didorong jadi industri modern. Dari pelatihan, pendampingan, mengubah mind set. ‎Yang dulunya tidak tertulis jadi tertulis, cara nimbang, hingga legalitas. IKM lain bisa belajar ke mereka,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal Bambang Susanto ‎menyambut baik program sektor unggulan yang dijalankan YDBA di Kabupaten Tegal karena menjadikan IKM di Kabupaten Tegal lebih berkembang dan mampu bersaing.

‎”Semakin banyak IKM kita yang berkembang baik, maka semakin diakui‎ di dunia industri, dan pengangguran bisa ditekan,” tandasnya.

‎Dalam kesempatan itu, YDBA mengajak 14 perusahaan di bawah grup Astra untuk berkunjung langsung aktivitas produksi di tiga IKM yang tergabung dalam sektor unggulan, yaitu PT Gaya Teknik Logam, PT FNF Metalindo Utama di Desa Bengle Kecamatan Talang, dan PT Prima Karya di Desa Talang Kecamatan Talang. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.