20 Hari Operasi, Polda Jateng Ungkap 290 Kasus

Kepolisian meringkus 344 tersangka dengan barang bukti yang tak sedikit.

SEMARANG- Sebanyak 290 kasus kejahatan diungkap oleh Polda Jateng dalam kurun waktu 20 hari. Pengungkapan tersebut dilakukan dalam Operasi Jaran Candi 2018 yang dilaksanakan mulai 9 Oktober-28 Oktober 2018.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono merilis pengungkapan operasi Jaran Candi 2018, di Mapolda Jateng, Selasa (30/10/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Dari ratusan kasus tersebut, pihak kepolisian meringkus 344 tersangka dengan barang bukti yang tak sedikit.

“Ini merupakan kejahatan dengan TKP di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tersangkanya ada 344 orang dengan barang bukti sebagian besar kendaraan bermotor,” ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono.

Adapun barang bukti tersebut berupa 220 unit kendaraan roda dua dan 32 unit kendaraan roda empat atau lebih serta 260 item barang bukti lainnya.

Condro juga mengatakan, bagi warga yang merasa kehilangan kendaraannya di wilayah hukum Polda Jawa Tengah bisa memeriksanya di kepolisian. Untuk roda dua bisa dicek di polres masing-masing dan kendaraan roda empat atau lebih di Mapolda Jateng. Masyarakat juga harus membawa surat-surat bukti kepemilikan.

“Yang pernah kehilangan datang bawa surat-surat. Silakan ambil gratis, hanya saja sewaktu proses hukum di pengadilan kita tetap pinjam pakai untuk bukti,” kata Condro.

Salah seorang korban, Bambang Sutaris, warga Tegal datang untuk mengambilnya. Ia menjadi korban penipuan pada 7 Oktober 2018 lalu. Saat itu ada penyewa bernama Rohansen yang minta di antar ke Pemalang dan Pekalongan karena akan praktik akupuntur.

Kini Bambang sudah bisa kembali membawa mobilnya pulang. Ia juga diperingatkan oleh Kapolda Jateng untuk berhati-hati dan mengambil pengalaman dan peristiwa yang menimpa sebagai pelajaran. Condro juga menghimbau Masyarakat untuk waspada ketika disuguhi sesuatu dari orang yang tak dikenal. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.