20 Hari Operasi di Semarang, Polisi Sita Ganja 2,5 Kg dan Sabu 257 Gram

Operasi Antik Candi 2018 digelar serentak oleh polsek-polsek di terminal, diskotek dan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

SEMARANG – Maraknya peredaran narkoba, membuat aparat kepolisian geram. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengancam akan menindak tegas pengedar narkoba jika tepergok beraksi di wilayahnya.

Para tersangka dan barang bukti hasil Operasi Antik Candi 2018 yang digelar jajaran Polrestabes Semarang. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Jajaran Polrestabes Semarang menggelar Operasi Anti Narkotika (Antik) Candi 2018 dengan sasaran kejahatan narkoba dan minuman keras (miras). Dalam operasi yang digelar selama 20 hari, mulai 24 Agustus hingga 12 September 2018, berhasil diungkap 36 kasus penyalahgunaan narkoba dan peredaran miras.

“Target kami sebenarnya hanya lima kasus narkotika saja. Tapi malah sukses mengungkap lebih,” kata Abioso di sela gelar kasus narkoba di markasnya, Kamis (20/9/2018).

Dari kasus sebanyak itu, ada beberapa yang menonjol yaitu pengedar sabu 227 gram dengan tersangka Hendri Sanjaya dan kepemilikan ganja 2.000 gram dengan tersangka Nico Savutro.

Operasi Antik Candi 2018 digelar serentak polsek-polsek di terminal, diskotek dan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

Abi menyatakan petugasnya telah menyita barang bukti berupa sabu 257,7 gram, lalu ganja 2.500 gram dan obat berbahaya berjumlah 3.022 butir serta 783 botol dan 10 liter miras berbagai jenis.

“Operasi ini kami laksanakan di tempat hiburan, terminal bus dan tidak lupa kawasan Pelabuhan Tanjung Emas yang menjadi perlintasan pengiriman narkoba,” akunya.

Atas ungkap kasus itu, para tersangka terancam dijerat hukuman beragam. Untuk tersangka kasus narkoba misalnya, ancamannya Pasal 112 KUHP. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.