2.130 Sertifikat Tanah Diserahkan kepada Warga Semarang

Target 2018, PTSL mengalokasikan sebanyak 7.400 bidang tanah dalam penerbitan sertifikat. Namun baru terealisasi sebanyak 5.661 sertifikat, sisanya 1.795 bidang tanah belum memenuhi syarat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada sejumlah warga di halaman Balaikota, Jumat (8/2/2019). (istimewa)

SEMARANG – Sebanyak 2.130 sertifikat tanah diberikan kepada warga masyarakat dari enam kelurahan di Kota Semarang, Jumat (8/2/2019). Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, penyerahan sertifikat tanah itu sebagai bagian dari mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang menargetkan 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia bersertifikat di tahun 2025.

Dengan diserahkannya sertifikat tersebut, dari sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota  Semarang, bersama Kantor Pertanahan Kota Semarang total sepanjang tahun 2018 telah menerbitkan sebanyak 5.661 sertifikat tanah di Kota Semarang secara gratis, melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

 Usai menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan, bahwa komunikasi dari warga masyarakat, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota, bersama BPN menjadi kunci sukses terwujudnya harapan masyarakat terkait sertifikasi tanah itu.

Atas pengakuan kepemilikan tanah oleh warga yang direpresentasikan dalam wujud sertifikat, Hendi berharap agar dapat dijaga dan dirawat dengan baik.

‘’Seneng mboten (senang tidak) ? bahagia mboten (bahagia tidak) ? Itu artinya sedulur-sedulur kini memiliki pengakuan atas tanah yang dimiliki. Pesan saya kalau memang mau dijaminkan supaya dihitung-hitung dulu agar jadi modal sehingga hidup jadi lebih makmur,’’ ujarnya kepada ribuan warga penerima sertifikat.

Lebih lanjut, Hendi menyampaikan bahwa pensertifikatan telah berlangsung lama, namun tidak masif. Dari sinilah muncul program PTSL, di mana dari sebanyak 584.921 bidang tanah di Kota Semarang, 90,37 persen telah bersertifikat atau ada sebanyak 528.592 bidang. Sehingga tinggal menyisakan 9,63 persen atau sebanyak 56.332 bidang yang ditargetkan akan selesai di tahun 2025.

Disebutkan, bahwa target di tahun 2018, PTSL sebenarnya mengalokasikan sebanyak 7.400 bidang tanah dalam penerbitan sertifikat. Namun yang baru terealisasi sebanyak 5.661 sertifikat, dan sisanya 1.795 hal itu karena belum memenuhi syarat.

Pihaknya yakin target sertifikasi tanah di Kota Semarang akan selesai sesuai target bahkan bisa lebih cepat. Karena persoalan pensertifikatan tanah ini juga menjadi persoalan fundamental di Pemerintah Pusat.

‘’Kami menginduk pada kebijakan pusat bahwa persoalan sertifikat ini menjadi suatu persoalan yang fundamental. Karena dari 126 juta baru bersertifikat 46 juta. Akhirnya ini menjadi program dengan timeline selesai pada 2025,’’ tegas Hendi.

Di Kota Semarang sendiri, tambahnya, tinggal sembilan persen sehingga pihaknya optimis akan selesai dalam waktu tiga sampai empat tahun. Yang artinya lebih cepat dibandingkan target yang ditentukan. (duh)  

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.