18 Gembong Narkoba Menghuni Lapas High Risk Nusakambangan

SEMARANG – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memastikan lapas high risk Nusakambangan telah beroperasi mulai bulan ini. Kepala Kantor Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan lapas high risk itu berada di kompleks Lapas Klas II Batu Nusakambangan.

Kepala Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun. Foto: dok

“Pembentukan lapas high risk untuk penahanan para bandar narkoba di Lapas Batu, saat ini telah beroperasional,” tegas Ibnu, usai menggelar kegiatan Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM dan Pakta Integritas, di kantornya Jalan Dr Cipto Semarang, Kamis (19/4).

Menurutnya saat ini lapas high risk telah dihuni sebanyak 18 orang. Ia kemudian merinci bahwa ada delapan tahanan lapas high risk yang berasal dari Sumatera Utara. Sedangkan 10 tahanan lainnya merupakan pindahan dari lapas-lapas wilayah DKI Jakarta.

Namun, ia mengungkapkan tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat terdapat pula narapidana kasus narkoba dari wilayah Jawa Tengah yang akan menghuni lapas high risk.

“Kami masih menunggu assessment dari Dirjen Pemasyarakatan Kumham untuk memasukan tahanan itu ke dalam penjara high risk. Sebab, proses penempatan bandar ke high risk harus mendapat persetujuan dari mereka,” ujar Ibnu.

Pihaknya sudah menempatkan petugas gabungan dari BNN untuk menjaga ketat lapas high risk.

Ibnu menyatakan pengoperasian lapas high risk merupakan langkah terobosan dari Kemenkumham untuk menjatuhkan penahanan yang maksimal bagi para bandar narkoba.

Kini, pihaknya telah mengantisipasi aksi peredaran narkoba di lapas. Salah satunya ia memerintahkan semua kepala rutan memantau sekaligus menggeledah pembesuk lapas.

“Kami meningkatkam komitmen dengan BNN untuk memberantas narkoba,” terangnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.