145 Napiter Mako Brimob Dijebloskan ke Sel High Risk Nusakambangan

SEMARANG – Sebanyak 145 napi kasus terorisme (napiter) yang terlibat bentrokan dengan petugas di Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta, mulai saat ini dipastikan telah menempati ruang tahanan dengan sistem penjagaan super ketat (maximum security) di tiga lapas Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Ilustrasi. Napiter Mako Brimob dijebloskan ke sel high risk Lapas Nusakambangan

Ade Kusmanto, Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS, Kemenkumham, menyatakan ketiga lapas yang dimaksud itu antara lain, Lapas Pasir Putih, Lapas Batu dan Lapas Besi.

Untuk penjagaan para napi di Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu, kata Ade, diberlakukan dengan sistem super high risk.

“Artinya satu napi menghuni satu sel dengan pola penjagaan high risk skala tinggi. Gerak-gerik mereka di sel diawasi oleh CCTV dan dijaga petugas bersenjata lengkap,” kata Ade saat dikontak, Sabtu petang (12/5).

Sedangkan untuk penjagaan napiter di Lapas Besi sendiri, menurut Ade dilakukan dengan sistem high risk skala sedang. Pasalnya, di penjara Lapas Besi masih kekurangan beberapa alat penunjang infrastruktur.

Lebih lanjut, Ade bilang terdapat empat regu aparat keamanan yang bersiaga 24 jam di tiga lapas tersebut. Untuk saat ini, ia memastikan proses pemeriksaan terhadap napi-napi yang terlibat kerusuhan di Mako Brimob, masih berlangsung.

Ia berujar, penyelidikan mendalam sedang dilakukan tim Brimob di Jakarta. “Kemungkinan masih dilakukan oleh mereka. Ini penting untuk mengungkap siapa-siapa otak kerusuhan untuk selanjutnya dijatuhkan hukuman terberat,” tuturnya, tanpa merinci hukuman yang akan dijatuhkan bagi pelaku kerusuhan Mako Brimob.

Namun, Ade melanjutkan penempatan 145 napiter di sel high risk tidak dilakukan permanen.

Setiap napiter akan dipantau ketat oleh seorang pamong, untuk melihat perkembangan psikisnya, apakah masih berideologi radikal atau sudah mengarah pada perubahan ideologi yang cinta NKRI.

“Tidak permanen di sana. Jika terlihat ada perubahan perilaku yang melunak, tidak lagi radikal, mau ngakuin kesalahannya, dan terpenting mau berikrar kembali ke pangkuan NKRI, maka napiter bisa dipindah ke sel umum yang bercampur dengan napi-napi lainnya. Itu semua tergantung hasil penyelidikan yang sedang kami lakukan,” beber Ade. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 6

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.