14 tahun Mangkrak, BPH Migas Dorong Percepatan Pembangunan Pipa Transmisi Bumi Ruas Cisem

Targetkan- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerikan nomer telepon kepada perwakilan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk mengontaknya langsung bila ada kendala dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Pipa Gas Bumi Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon-Semarang, Selasa ini. (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Pelaksanaan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon – Semarang (CISEM) mangkrak, akibat tidak adanya suplai gas. Padahal kebutuhan energi komersial sangat besar, dan banyak industry yang membutuhkan, namun sampai saat ini belum ada kepastian.

Melihat persoalan tersebut, Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo meminta PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cisem segera melakukan pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem karena sudah dilakukan  “Gorund Breaking”. Februari 2020. Sedangkan PGN selaku penyediakan gas harus segera menyiapkan gas untuk kebutuhan masyarakat maupunn industri.

“Jadi tidak ada alasan lagi pembangunan pipa gas ini menjadi berlarut-larut. Jika ada masalah atau kendala segera telepon saya,” tegas Ganjar Pranowo.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Edy Soeparno, menambahkan  dalam masalah ini PT Rekind  dan PGN (penyedia gas) harus segera merealisasi proyek ini.  Hal ini dikarenakan kebutuhan gas secara komersial sangat besar.ada kawasan industri di Batang dan Kendal yang memiliki potensi besar untuk membeli gas.

“Kawasan industri ini memiliki minat besar dan calon  investornya juga besar , namu saying gasnya tidak ada. Padahal mereka sudah  meminta kepastian, gasnya kapan bisa masuk,” tutur Edy.

Mengingat proyek ini sudah mangkrak 14 rtahun, tidak ada kata berhenti atau  mundur. Komisi 7 DPR RI memberikan komitemen untuk melakukan pengawasan terhadap proyek ini.

“Jika ada kendala, semua pemangku dalam pelaksanaan proyek ini diminta untuk duduk bersama , dan komisi 7 DPR RI akan memfasilitasi, sehingga proyek ini dapat selesai sesuai target tahun 2021 dan mengalirkan gas baik untuk industri besar maupun kecil dan rumah tangga,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam rapat koordinasi dengan stakeholder tentang percepatan pembangunan pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang, hari ini di PO Hotel Semarang mengatakan berdasarkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), pada tahun 2006 BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas CISEM dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 dengan spesifikasi penawaran lelang adalah diameter 28”, panjang 255 Km, kapasitas desain 350-500 MMSCFD, nilai investasi 169,41 juta USD.

Sejak penetapan PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pemenang lelang pipa transmisi ruas Cirebon- Semarang tahun 2006 dan ground breaking pada bulan Februari tahun 2020, sudah 14 tahun pembangunan ruas pipa tersebut belum ada kemajuan yang berarti.

Dengan terlaksananya pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa CISEM. Dan para pelaku industri diharapkan dapat beralih dari penggunaan Bahan Bakar khususnya HSD dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestik.

Pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa.

Kedepan BPH Migas akan melaksanakan lelang ruas pipa transmisi seperti Ruas Dumai – KEK Seimangke serta Lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang telah diusulkan oleh Badan Usaha sejumlah 193 wilayah untuk peningkatan pemanfaatan Gas Bumi di Indonesia.

Saat ini Rekind telah melakukan kajian, survey, pengujian, perijinan, dan engineering dan diharapakan pada bulan Septrember 2020 ini akan segera melakukan pembangunan dan konstruksi pipa yang dimulai dari Semarang dan ditargetkan selesai pada bulan Februari 2022.

Rapat Koordinasi ini diharapkan dapat merumuskan dan menyepakati langkah-langkah konkrit sebagai upaya mengatasi kendala dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM.

“Proyek Ruas Transmisi Cirebon – Semarang merupakan proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres 79 tahun 2019 mengenai Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobongan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang,” tambahnya.

Proyek transmisi Cirebon – Semarang bersama dengan pipa transmisi ruas WNTS – PEMPING dan ruas Dumai – Sei Mangke sudah masuk dalam usulan Kementerian ESDM untuk ditetapkan sebagai PSN 2020.

Pipa Ruas Transmisi Cirebon – Semarang akan mendukung kebutuhan energi dan bahan baku untuk pengembangan kawasan industri di wilayah Batang, Kendal, Industri Metanol, pembangkit tenaga listrik dan pemenuhan kebutuhan Kilang Balongan. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.