14 Kecamatan di Kendal Rawan Banjir dan Longsor

Daerah sepanjang pantura Kendal merupakan rawan banjir seperti Kota Kendal, Kaliwungu, Brangsong dan Weleri

KENDAL – Sedikitnya 14 kecamatan di Kabupaten Kendal rawan bencana banjir dan tanah longsor. Wilayah yang rawan banjir berada di sepanjang pantura Kendal, sedangkan yang rawan longsor berada di bagian selatan Kendal.

Wakil Bupati Masrur Masykur memeriksa kesiapan dan peralatan BPBD Kendal dalam menangani bencana usai Apel Kesiagaan Bencana, Rabu (5/12/2018). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Menghadapi musim penghujan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal sudah menyiapkan relawan dan peralatan yang digunakan untuk tanggap darurat.

Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar apel bersama dengan melibatkan 750 relawan dari PMI, BPBD, Ubaloka, Sabhara Polres Kendal, Damkar dan Tagana di alun-alun setempat, Rabu (5/12/2018) pagi.

Daerah yang dipetakan rawan bencana ini nantinya akan diawasi dan relawan siap diterjunkan jika bencana terjadi. “Daerah sepanjang pantura Kendal merupakan rawan banjir seperti Kota Kendal, Kaliwungu, Brangsong dan Weleri,” jelas Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur usai memimpin apel kesiagaan bencana.

Ditambahkan, daerah bagian selatan Kendal, seperti Boja, Limbangan, Sukorejo, Patean, Singorojo, Pageruyung dan Plantungan menjadi daerah rawan longsor. “Untuk itulah memasuki  musim penghujan warga diimbau untuk waspada bencana,” imbuhnya.

BPBD Kendal sendiri sudah disiapkan untuk membantu dan menolong jika terjadi bencana  alam. “Untuk tahun ini BPBD sudah mempunyai perlengkapan dan peralatan tanggap bencana lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPBD Kendal, Sigit  Sulistiyo menjelaskan dari 20 kecamatan di kabupaten Kendal yang rawan bencana banjir terutama di pantura. “Untuk bencana longsor biasa terjadi di wilayah atas dan terjadi di 8 kecamatan. Sejumlah daerah di wilayah atas sendiri sudah mengalami longsor yang di Plantungan dan Sukorejo dalam sepekan ini,” katanya.

Untuk peralatan BPBD Kendal sudah siap mulai dari perahu karet, mesin pompa air, gergaji kayu dan beton dan alat berat lainnya. “Selain itu BPBD juga  siaga 24 jam. Bagi masyarakat yang  mengalami bencana bisa menghubungi langsung di kantor BPBD atau melalui   media sosial atau langsung di posko bencana di tiap kecamatan,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.