13 Ribu Botol Air Abadi Dibagikan ke Umat Buddha

image

MAGELANG – Para bhiksu dari berbagai sangha Walubi, menyemayamkan air berkah Waisak dan api alam di Candi Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang,Jumat (20/5) sore. Air berkah diambil dari Umbul Jumprit, lereng gunung Sindoro Temanggung, sedangkan api alam di ambil dari Mrapen Grobogan Purwodadi Jawa Tengah.
Api alam dari Mrapen tiba lebih dulu di candi Mendut, kemudian pukul 16.10 WIB, air berkah juga tiba di tempat ini.Kedatangan air berkah dan api alam disambut ketua umum Walubi, Siti Hartati Murdaya, didampingi dewan penyantun Walubi, Mudaya Po, Dirjen agama Budha Kementrian Agama, Dasikin,ketua Walubi Jateng, David Hermanjaya dan juga Bikhu Wongsin Labhiko Mahatera.
Ratusan umat Budha dari bebagai sangha dan daerah juga turut serta menyambut kedatangan air berkah dan api alam. Iringan musik terompet oleh sekelompok umat, diperdengarkan untuk mengantarkan air suci dan api alam ke altar di depan candi Mendut. Gadis-gadis muda nan cantik berpakaian adat Thailand dan pemuda-pemudi pembawa umbul-umbul terlihat serta mengiringi air berkah dan api alam.
Selanjutnya diadakan ritual penyemayaman air berkah dan api alam di pelataan Candi Mendut, diikuti ratusan biku dan umat Budha dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ditandai dengan penyalaan lilin panca warna, biru, kuning,merah,putih dan orange.
Dilanjutkan dengan pembacaan doa dan parita suci oleh para bhiku dari masing-masing sangha, di depan altar besar dengan patung Buddha Gautama serta hiasan buah-buahan dan rangkaian bunga. Para bhiku melantunkan parita dengan sikap anjali diikuti para umat.
Sementara itu, di waktu yang besamaan, sebagian bikhu dan umat melakukan pradaksina mengelilingi candi Mendut. Pradaksina adalah mengelilingi suatu obyek yang dianggap suci.
Ketua Umum Walubi, Siti Hartati Murdaya menjelaskan, api alam merupakan simbol penerangan dan kekuatan. Dalam kehidupan, manusia harus bisa mengalahkan ego sendiri dengan kekuatan itu.
Ia menyebutkan, dalam diri manusia sudah ada ada benih Buddha. Namun karena besarnya kemlakatan, kebodohan, kebencian, dan kegelapan, membuat hidup jadi menderita dan sengsara.
Sedangkan air suci merupakan simbol kedamaian yang dipakai sebagai sarana pemberkahan untuk keselamatan umat. Air juga merupakan sumber kehidupan manusia dan alam semesta.
Hartati mengatakan, Sang Buddha pernah membacakan doa dengan memercikan air kepada warga di sebuah kota bernama Wasali, yang terkena wabah dan banyak kejahatan. Kemudian kota itu menjadi bersih dan normal kembali.
“Besok ada sekitar 10 ribu botol air berkah yang akan kita bagikan kepada umat saat perayaan Waisak di Candi Borobudur,” kata Hartati.
Disisi lain, Bante Wong Sin Labiko Mahatera, Ketua Damaduta Thailand, menambahkan bahwa air suci, api alam serta persembahan lainnya akan dikirab oleh ribuan umat Buddha, Sabtu siang.
Umat dengan berjalan kaki sejauh 3,5 km akan melakukanposesi dari candi Mendut menuju Candi Borobudur, melintasi jembatan kali Progo dan Candi Pawon. Mereka selanjutnya akan berkumpul di zona I Taman Lumbini Candi Borobudur.
Perayaan Waisak 2560 BE ini dihadiri oleh 13 majelis dalam Buddha Indonesia, dan beberapa negara, seperti Jepang, Thailand, Laos, India, Amerika, Australia, Cina, Singapura lainnya.
Puncak peringatan Waisak di Candi Borobudur akan ditutup dengan pelepasan 5000 lampion pada Sabtu malam. Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan hadir dalam acara tersebut. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

16 − 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.