12 Jemaah Calon Haji Jateng-DIY Batal Berangkat

Mereka yang gagal berangkat rencananya akan diberangkatkan pada musim haji tahun depan, sesuai dengan Kota/Kabupaten masing-masing.

BOYOLALI – Sebanyak 12 calon jemaah haji (CJH) dari Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah gagal diberangkatkan ke Tanah Suci. Kepastian tersebut diterima hingga pemberangkatan Kloter 95 atau Kloter Sapu Jagad yang diberangkatkan pada Rabu (15/8/2018) siang.

Petugas memeriksa paspor para calon jemaah haji (CJH) di Gedung Musdalifah, Embarkasi Haji, Donohudan, Boyolali. Foto: metrojateng.com

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Donohudan, Afief Mundzir mengatakan, ada beberapa penyebab 12 CJH gagal berangkat. Di antaranya, karena sakit, hamil, dan permasalahan visa.

“Rinciannya ada dua hamil. Satu persoalan visa dari Kabupaten Brebes karena menggantikan jemaah yang meninggal, karena waktunya yang singkat jadi tidak memungkinkan untuk diberangkatkan. Terus tujuh sakit dan dua pendamping,” ujarnya.

Mereka yang gagal berangkat rencananya akan diberangkatkan pada musim haji tahun depan, sesuai dengan Kota/Kabupaten masing-masing.

Hingga Rabu ini, PPIH Embarkasi Haji Donohudan telah memberangkatkan sebanyak 33.276 jemaah. Kloter terakhir adalah kloter 95 atau kloter Sapu Jagad yang terdiri dari 11 Kabupaten/ Kota di Jawa Tenggah. Yakni Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Brebes, Karanganyar, Batang, Sragen, Semarang, Purworejo, Banyumas, Demak, dan Klaten.

Sedangkan untuk total CJH yang meninggal di Tanah Suci sebanyak 15 CJH. Kebanyakan jemaah yang meninggal disebabkan karena sakit dan masuk golongan risiko tinggi (Risti).

“Kalau jemaah yang meninggal ada 16, dengan rincian satu meninggal di Tanah Air dan 15 meninggal di Tanah Suci,” jelas Afief. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.