100 Dokter Ikuti Seminar Deteksi Dini Gejala Diabetes

Jumlah individu yang belum terdeteksi Diabetes Melitus Tipe 2 lebih banyak dibandingkan yang sudah terdeteksi.

SEMARANG- Edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan prediabetes kepada tenaga medis digalakkan. Upaya itu dilakukan Nutrifood dengan menggandeng Pemkot Semarang dan jajaran pihak terkait kasus penyakit tersebut.

Peserta seminar dan edukasi deteksi dini dan pencegahan prediabetes melakukan pengecekan gula darah yang diselenggarakan Nutrifood di Hotel Novotel Semarang, Rabu
(7/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof Dr dokter Mardi Santoso, mengatakan, kasus prediabetes menyerupai fenomena gunung es. Jumlah individu yang belum terdeteksi Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) atau termasuk prediabetes lebih banyak dibandingkan yang sudah terdeteksi.

“Solusinya prediabetes sebagai pencetus harus dapat diatasi, sehingga angka penderita DMT2 dapat ditekan,” katanya di sela seminar Edukasi Deteksi Dini dan Pencegahan
Prediabetes kepada Tenaga Medis yang diselenggarakan Nutrifood di Hotel Novotel Semarang, Rabu (7/11/2018).

International Diabetes Federation 2015 memperkirakan, pada tahun 2040 sebanyak 642 juta penduduk dunia akan mengalami diabetes dengan jumlah prediabetes adalah dua
sampai tiga kali lipatnya. Adapun, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan kejadian diabetes dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen
pada 2018. Sedangkan, prevalensi diabetes di Jawa Tengah adalah 2,1 persen.

Sebanyak 100 dokter umum mendapat edukasi tentang bagaimana melihat pertanda klinis prediabetes yang tidak begitu jelas. Untuk pencegahan dini, dokter perlu mencermati
kelompok berisiko prediabetes seperti orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi
kurang gerak dan orang-orang dari keluarga DM.

Kemudian, tanda prediabetes secara laboratoris adalah bila kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Sarwoko Oetomo menyampaikan, mengingat prediabetes menyerang baik kelompok usia tua dan kelompok usia muda serta produktif,
maka deteksi dini prediabetes melalui fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting.

“Kami menghimbau dokter-dokter puskesmas maupun poliklinik, dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini
prediabetes secara terintegrasi melalui program skrining kesehatan sesuai standar,” tuturnya.

Head of Marketing Nutrifood, Susana mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya mengajak para dokter umum puskesmas, poliklinik dan masyarakat di Kota Semarang untuk
mengkampanyekan deteksi dini prediabetes, mengingat risiko penyakit diabetes yang sangat tinggi. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.