10 Persen Bus di Jateng Tak Layak Jalan

Ada usulan itu supaya pengusaha punya nila ekonomi.

SEMARNG- Dinas Perhubungan Jawa Tengah menyoroti banyaknya armada bus yang melintasi di wilayahnya yang tidak layk jalan.

Kebakaran menghanguskan sejumlah bus yang sedang diperbaiki di Karoseri Anugerah, Sabtu (15/9/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Pasalnya dari jumlah 3.417 bus yang ada saat ini, terdapat 10 persen atau sekitar 341 unit bus di antaranya telah berusia lebih dari 25 tahun.

“Dari 3.417 angkutan bus yang beroperasi sebanyak 10 persen tak layak. Tidak layaknya karena usianya yang lebih dari 25 tahun,” Satriyo Hidayat, kepala Dishub Jateng, Jumat (19/10/2018).

Satriyo menyebut dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, jumlah bus yang beredar kini semakin menyusut.

Semula ia mendapati total bus berbagai jenis dan jurusan yang beredar di wilayahnya ada sebanyak 6.000 unit. Tetapi kini tinggal 3.417 unit saja.

Agar sarana dan prasarana penunjang operasional bus dapat memadai, pihaknya sedang berupaya memperbaiki sejumlah terminal. Fokus perbaikannya saat ini yaitu Terminal Temanggung, Banjarnegara, Purbalingga, Penggaron Semarang, Blora dan Purwodadi. Perbaikan yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas landasan bus.

“Kami sedang mengelola, memperbaiki ruang publik agar ramah dengan penumpang. Dan di samping itu, lokasi di sekitar terminal juga disterilkan,” ujarnya.

Namun demikian, untuk menuju terminal yang benar-benar bagus dan nyaman tidaklah instan. Perlu ada kerja sama semua pihak baik pedagang di lokasi terminal maupun operator bus tersebut.

“Kami akan mengajak lembaga konsumen, sebagai wakil masyarakat untuk diskusi apakah nantinya (tarif) terlalu mahal atau murah. Ada usulan itu supaya pengusaha punya nila ekonomi, kalu tidak nanti gulung tikar,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.