10 Bus BRT Bantuan Kemenhub Siap Beroperasi 1 Maret

Armada BRT Trans Semarang bertambah menyusul kehadiran 10 armada baru yang merupakan bantuan dari Kemenhub.

Kepala BLU Trans Semarang Are Bhakti Ariawan dan petugas dari karoseri Tentrem mengecek armada setibanya di kantor Trans Semarang. (istimewa)

SEMARANG – Sebanyak 10 bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun anggaran 2018 akhirnya siap digunakan untuk optimalisasi layanan BRT Trans Semarang. Sebelumnya bus bantuan tersebut telah diterima oleh Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang pada 8 Desember 2018.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menyampaikan, dari 10 bus tersebut sejumlah enam armada akan digunakan untuk pelayanan koridor bandara. Sedangkan empat armada lain akan digunakan untuk penambahan armada di Koridor Lima rute Meteseh  – Bandara.

“Sedangkan armada bandara yang lama akan kami drop ke Koridor Lima, enam dan tujuh sebagai armada cadangan, untuk memperkuat layanan yang sudah ada, salah satunya untuk menjaga headway antar armada jika ada gangguan kerusakan armada ketika operasional. Contohnya jika ban bocor di jalan dan armada harus berhenti operasional untuk sementara digantikan oleh armada cadangan tersebut,” ungkapnya, Jumat (15/2/2019).

Seperti dalam rilis kepada metrojateng.com, Ade Bhakti mengatakan, optimalisasi armada pada koridor lima, enam, tujuh dan bandara ini, diharapkan dapat semakin membuat pengguna jasa Trans Semarang nyaman saat menggunakan transportasi massal.

“Pada kondisi waktu tertentu seperti jam berangkat atau pulang kerja dan sekolah seringkali terjadi kepadatan lalu lintas yang tidak bisa diprediksi, berimbas pada waktu tunggu armada,” ujarnya menjelaskan alasan melakukan optimalisasi.

Dikatakannya, 10 armada baru ini nantinya akan dilengkapi dengan LED, GPS, Rig armada (alat komunikasi  pengemudi dengan operator control room). Saat ini 10 armada tersebut masih menyelesaikan administrasi kelengkapan surat.

“Target kami tanggal 22 Februari nanti kelengkapan surat-surat kendaraan sudah selesai, dan juga pemasangan kelengkapan lain (GPS dan RIG) juga sudah selesai,” katanya.

Karena 10 armada bantuan ini bermerek Isuzu, ia menjelaskan sehingga minggu depan semua armada tersebut akan dicek ulang oleh teknisi dari Isuzu, beserta teknisi Trans Semarang terkait setting-setting yang diperlukan agar armada ini tanggal 1 Maret mendatang siap operasional. 10 armada ini dibuat di Karoseri Tentrem Kota Malang.

“Saat ini kami masih memproses kelengkapan surat-surat kelengkapan armada, awal Maret kami rencanakan 10 armada baru ini sudah berjalan,” terang Ade.

“Koridor Lima rute Meteseh – Bandara menjangkau hingga ke wilayah permukiman dan menjadi favorit pelajar di Kota Semarang dalam berangkat atau pulang sekolah. Sehingga pada jam-jam padat pagi serta sore sering terlihat antrean penumpang menunggu armada. Hal ini yang membuat kami memprioritaskan penambahan untuk Koridor Lima,” terangnya.

Ade menambahkan, saat ini BRT Trans Semarang telah memiliki tujuh koridor dan rute Bandara. Ketujuh koridor tersebut yakni Koridor 1 Mangkang – Penggaron, Koridor 2 Ungaran – Terboyo, Koridor 3 Pelabuhan – Elizabeth, Koridor 4 Cangkiran – Stasiun Tawang, Koridor 5 Bandara Ahmad Yani – Meteseh, Koridor 6  Undip – Unnes, Koridor 7 Genuk – USM – Balaikota.

BRT Trans Semarang Koridor V melayani rute Bandara Ahmad Yani – Meteseh sejak 6 Juni 2018, sebelumnya Bandara yang lama diakses dengan Koridor IV (melalui Kalibanteng). Operasional Bandara – Meteseh dimulai pukul 05.30 hingga 17.50 kemudian dilanjutkan BRT Bandara dengan rute Bandara – Simpang lima mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Dengan jarak antar armada 10-15 menit pada kondisi lalu lintas normal.

Harga tiket Trans Semarang rute Bandara tidak mengalami perubahan. Umum Rp 3500 dan pelajar Rp 1000, kecuali hari Minggu dan hari libur nasional, sesuai dengan peraturan walikota Semarang nomor 16A tahun 2017.

Sebagai alat pembayaran, selain dapat membayar dengan Go Pay, pengguna jasa dapat memanfaatkan pembayaran non tunai lain seperti: E-BRT, BRIZZI, Tapcash, Tcash, OVO, dan Go Pay.

Ade menjelaskan, target pendapatan BRT Trans Semarang tahun 2018 mencapai 91,67 persen atau  Rp 27.890.203.672, dari target Rp 30.424.576.000. Di tahun 2019 target pendapatan Rp 31.945.805.000 dengan target pendapatan per hari Rp 87.523.000. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.