1.241 TPS di Solo Masuk Kategori Rawan

Dari total 1.734 TPS, sebanyak 1.241 di antaranya masuk kategori rawan atau 71,50 persen.

SOLO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta memetakan 1.241 tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk kategori rawan. Lokasi rawan paling banyak berada di Kelurahan Kadipiro.

Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono (tengah) saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: metrojateng.com

Ketua Bawaslu Surakarta, Budi Wahyono mengatakan, dari total 1.734 TPS, sebanyak 1.241 di antaranya masuk kategori rawan atau 71,50 persen. Menurutnya, ada lima kelurahan dengan titik rawan paling banyak.

Rinciannya, di Kelurahan Kadipiro sebanyak 123 TPS, Kelurahan Jebres 108 TPS, Kelurahan Mojosongo 86 TPS, Kelurahan Nusukan 66 TPS, dan Kelurahan Semanggi 67 TPS.

“Sebelumnya, kami sudah melakukan simulasi pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan di salah satu TPS yang masuk kategori rawan di Kelurahan Sondakan. Dan menyimpulkan ada 71,50 persen atau 1.241 TPS di Solo masuk dalam kategori rawan,” kata Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, Sabtu (13/4/2019).

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo mengatakan ada empat variabel dan 10 indikator yang menentukan tingkat kerawanan tersebut, yaitu hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas, dan pemungutan suara.

Kemudian 10 indikator itu di antaranya pemilih DPTb dalam sebuah TPS, pemilih DPK, TPS dekat rumah sakit, TPS dekat perguruan tinggi, TPS dekat lembaga lain. Dari aspek variabel kampanye akan terjadinya money politics di TPS, larangan kampanye menghina atau SARA di TPS.

“Netralitas ini terkait dengan petugas KPPS, pada pelaksanaan ada indikator TPS berada di dekat posko, rumah timses, atau peserta pemilu dan logistik,” kata Agus.

Bawaslu juga memetakan TPS rawan di tingkat kecamatan. Di tingkat kecamatan TPS paling rawan menempati posisi peringkat atas adalah Banjarsari, Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan. (MJ-25)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.