Beranda JATENG RAYA METRO KEDU Wujudkan Kota Layak Anak, Magelang Segera Bentuk Puspaga

Wujudkan Kota Layak Anak, Magelang Segera Bentuk Puspaga

21
0

MAGELANG –  Kota Magelang tahun ini akan membentuk unit layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Puspaga ini merupakan salah satu komponen yang harus dimiliki oleh Kota Magelang sebagai kota layak anak.

Para peserta workshop Puspaga Kota Magelang, di gedung Wanita, Senin (9/7). Foto: ch kurniawati

“Puspaga ini untuk menjawab bahwa kota layak anak itu harus punya layanan konsultasi konseling bagi orangtua/keluarga yang kesulitan dalam mendidik anak. Puspaga juga merupakan mandat dari Undang-Undang Perlindungan Anak,” jelas Rohika Kurniadi Sari, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, di sela workshop Puspaga di Gedung Wanita, Senin (9/7).

Rohika mengatakan, orangtua wajib dan bertanggung jawab untuk mengasuh, mendidik, membangun karakter anak, dan lainnya. Untuk itu, keluarga harus dikuatkan kapasitasnya.

“Undang-Undang juga memerintahkan bahwa harus ada unit layanan untuk memampukan orangtua/keluarga agar menjadi setara dan sesuai dengan anak. Nah disini negara hadir dengan membentuk Puspaga,” terang Rohika.

Dalam prakteknya, puspaga akan menjadi pusat konseling orangtua/keluarga yang kesulitan mendidik anak.

“Karena menjadi orangtua itu sekarang sulit. Puspaga ini ada untuk menjadikan keluarga berkualitas melalui konseling, pembelajaran, dan sebagainya,” katanya.

Rohika menyebutkan, tahun 2018, pemerintah akan membentuk puspaga di 3 provinsi dan 36 kota/kabupaten, termasuk Kota Magelang. “Tahun 2017, puspaga sudah terbentuk di 1 provinsi dan 20 kota/kabupaten. Sedangkan tahun 2016 terbentuk di 2 provinsi dan 16 kabupaten/kota,” ungkap Rohika.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Wulandari, menambahkan, pihaknya telah menyiapkan kader-kader profesional untuk mendukung pembentukan puspaga nantinya.

“Ada sebanyak 140 orang kader yang kita undang dalam workshop hari ini terkait dengan puspaga. Mereka berasal dari kader Posyandu, Kementerian Agama, Kader PKK, organisasi wanita, RW Ramah Anak, dan sebagainya,” terang Wulandari.

Menurutnya, kader-kader puspaga ini nantinya akan terjun langsung ke masyarakat dan membantu mengatasi masalah keluarga. Seperti masalah ekonomi, sosial, pendidikan, dan lainnya. “Yang pasti semua masalah keluarga di luar kekerasan,” terang Wulan. (MJ-24).