Waspada! Tahun Politik, Uang Palsu Meningkat

uang palsu kendal
Bank Indonesia memberikan sosialisasi pengenalan uang asli dihadapan anggota Badan Otonom NU Kendal di Hotel Sae Inn, Selasa (06/03) sore. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah selama Januari 2018 menemukan 3.250 lembar uang yang diragukan keasliannya. Data itu berdasarkan laporan masyarakat ke sejumlah bank konvensional. Bank Indonesia mengimbau warga untuk mewaspadai uang palsu di tahun 2018 ini.

Terlebih, tahun ini merupakan tahun politik, dimana berlangsung Pilkada di sejumlah daerah. Sebab politik uang belum dapat sepenuhnya ditiadakan.

Peredaran uang palsu ini meresahkan. Uang palsu atau yang diragukan keasliannya, sangat mirip dengan uang asli. Warga diharapkan lebih jeli dan meneliti lebih seksama, uang yang diterima. Pengetahuan warga yang minim soal keaslian uang, menjadi celah peredaran uang palsu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan penemuan uang palsu tersebut terjadi saat bank umum menyetorkan yang ke Bank Indonesia. Pihaknya meminta kepada bank umum untuk lebih mengetatkan pengawasan terhadap uang yang beredar.

Bank Indonesia perlu memberikan sosialisasi dan pengenalan keaslian uang rupiah kepada masyarakat. “Sosialisasi kepada masyarakat sangat perlu. Karena banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mengenali uang asli. Padahal mudah untuk bisa mengenali uang asli, tanpa menggunakan alat,” jelasnya saat sosialisasi keaslian uang rupiah di Hotel Sae Inn Selasa (6/3) sore.

Sosialisasi pengenalan uang asli ini dilakukan untuk menekan angka peredaran uang palsu diharapkan dengan warga lebih mengenali uang asli peredaran uang yang diragukan keasliannya lebih sedikit.

Minimnya sosialisasi diakui Ketua Muslimat NU Kendal, Hj Ulya. Menurutnya, lebih dari 50 tahun usianya baru sekali ini diberikan pengetahuan mengenali uang asli. “Ini sangat bagus bagi masyarakat. Saya sudah 50 lebih baru sekarang diajari mengetahu keaslian uang,” katanya.

Anggota DPR RI komisi XI, H Alamudin Dimyati Rois meminta warga untuk lebih berhati-hati dan teliti saat menerima uang. Masyarakat pedesaan menjadi sasaran mudah peredaran uang palsu karena minimnya pengetahuan. “

Ini tahun politik pasti banyak beredar uang palsu. Makanya agar tidak menerima uang palsu warga harus hari-hati dan lebih mengenali cirri-ciri uang asli,” tegasnya. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

24 − = 17

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.