Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Waspada Bahaya Anthrax pada Hewan Kurban, Kenali Gejalanya

Waspada Bahaya Anthrax pada Hewan Kurban, Kenali Gejalanya

Ilustrasi
Ilustrasi

GROBOGAN – Meningkatnya lalu lintas ternak menjelang hari raya Idul Adha, membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan memperketat pengawasan, khususnya di wilayah perbatasan. Salah satu yang menjadi fokus pengawasan adalah kesehatan ternak.

Menurut Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto, pihaknya mengantisipasi kemungkinan adanya ternak yang mengidap penyakit anthrax atau radang limpa. Dia mengimbau agar peternak maupun konsumen juga bisa ikut mengawasi kondisi kesehatan hewan kurban. Dijelaskan, penyakit anthrax atau radang limpa disebabkan oleh kuman bacillus anthracis yang menyerang semua hewan segala umur berdarah panas termasuk manusia.

“Tanda-tanda atau gejala klinis anthrax pada hewan antara lain, demam tinggi, gelisah, sesak nafas, kejang-kejang, dan mati mendadak. Selain itu dari lubang kumlah tubuh (telinga,hidung,anus, kelamin) keluar darah. Kuman tetesan darah menjadi spora mencemari tanah dan menjadi sumber penularan puluhan tahun,” katanya, Kamis (11/9).

Riyanto menambahkan, bakteri bacillus anthracis tersebut mampu bertahan membentuk spora pada kondisi lingkungan yang jelek. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan penderita ke manusia. Penularannya bisa melalui luka atau terhirup pernapasan atau bersama pakan atau minum yang tercemar spora antrax. Masa tunas penyakit anthrax berkisar 1-3 hari sampai 14 hari. Bila tidak segera diobati, dapat mengakibatkan kematian.

“Penularan yang lain dengan melalui gigitan lalat penghisap darah. Selain itu penularan bakteri anthrax bisa melalui udara dan kontak langsung dengan hewan yang sakit yang terinfeksi anthrax. Baik melalui kulit, saluran pernafasan, makanan atau minuman,” terang Riyanto. (MJ-04)

 

 

Ini Menarik!

Mensyukuri Toleransi di Semarang Bersama Para Pemulung

Share this on WhatsApp SEMARANG – Aktivitas salah satu Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, …

Silakan Berkomentar