Warganya Meninggal saat Antre KPS, Wali Kota Solo: Mekanisme Pengambilan Harus Diubah

FX Hadi Rudyatmo Foto Metrojateng/Raditya
FX Hadi Rudyatmo
Foto Metrojateng/Raditya

SOLO – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo sangat menyayangkan jatuhnya korban jiwa saat pembagian dana Kartu Program Sejahtera (KPS) di Kantor Pos Jebres. Orang nomor satu di Kota Solo ini berharap ada perubahan mekanisme pengambilan, sehingga peristiwa serupa tidak terulang lagi.

“Ya intinya kita harus memanusiakan saudara-saudara kita saat mengambil dana bantuan. Misalnya dengan memberikan makanan saat saudara-saudara kita sedang antre menunggu giliran. Saya rasa itu tak seberapa, terpenting kita memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada mereka,” ujar Rudy—sapaan akrabnya—saat ditemui wartawan di Rumah Dinas, Jumat (28/11) siang.

Tak hanya itu saja, Rudy berharap pihak kantor pos mau mengambil langkah berani, salah satunya melayani antrean semampunya saja. “Jangan terus semua dilayani namun hasilnya asal-asalan,” tandasnya.

Ketika disinggung pihak pengambil jika sudah tua usianya diwakilkan, Rudy tak setuju. Karena jika itu dilakukan malah terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Sebagai contoh saja, kalau namanya Parto terus ada dua orang mengambil dan dua orang itu perwakilan malah justru akan terjadi kesalahpahaman. Saya rasa caranya saja yang perlu diubah,” tegas Rudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yatirah (70) warga Petoran, Jebres meninggal karena mengalami sakit asma saat antre mengambil dana kompensasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kantor Pos Jebres, Jumat pagi. (dit)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.