Home > JATENG RAYA > Warga Minta Dinas Pertanian Basmi Sarang Ulat di Bekas Pabrik Gula 

Warga Minta Dinas Pertanian Basmi Sarang Ulat di Bekas Pabrik Gula 

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal menyemprot ulat bulu di pemukiman warga.

KENDAL – Untuk memotong siklus perkembangan ulat bulu agar tidak meluas, Rabu (01/02) siang Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal dan warga Dusun Cepiring Timur Desa Cepiring Kendal melakukan penyemprotan. Warga sendiri masih resah karena sarang ulat bulu yang berada di komplek pabrik gula cepiring belum dimusnahkan.

Keresahan warga  atas serangan ribuan hama ulat bulu mulai berkurang meski masih belum lega sepenuhnya. Dinas terkait akhirnya melakukan pembasmian ulat bulu dengan cara penyemprotan insektisida jenis sidabas.

Penyemprotan yang dilakukan dinas  meliputi rumah-rumah warga, pekarangan maupun tanaman, serta dinding tembok yang membatasi pabrik gula yang telah lama mangkrak. Langkah ini dilakukan  untuk memotong siklus pertumbuhan ulat yang begitu cepat  agar tidak berkembang lebih banyak .

Diduga hama ulat bulu ini berasal dari pohon jarak yang berada di area pabrik gula PT IGN  yang sudah dua tahun tidak lagi beroperasi. Selain melakukan penyemprotan ke rumah-rumah warga, petugas dibantu dengan warga juga menyemprot dinding tembok sekolah.

“Menurut saya sih ya sangat mengganggu sekali. Soalnya untuk aktifitas sehari-hari ini kan ngga cuma untuk bersihin ulat terus dan ada kegiatan lain yang harus dikerjakan,” ujar Siti Masrofah, warga sekitar.

Hama ulat bulu yang jumlahnya ribuan ini mulai menyerang warga sejak hari jumat lalu. Ribuan ulat bulu yang berada  ini merupakan ulat bulu jenis lymantriidae ,  ulat jenis ini jika menyentuh kulit akan timbul rasa panas yang menyengat dan mengakibatkan gatal-gatal.

”Ini memang langkah-langkah yang merupakan kami. Artinya ulat bulu namanya disini tiap januari pasti muncul dan ini bukan kali pertama. Namun dinas pertanian akan mengendalikan yang dimana kejadian ini dikarenakan berkurangnya populasi pemakan serangga dan sebagainya berkurang,” jelas Bambang Hari Mulyono , Kabid Pangan dan Holtikultura Dispertan Kendal.

Ulat jenis ini mampu bertelur antara lima puluh hingga dua ratus butir. Ulat bulu ini kerap menyerang tanaman dengan daun yang rindang, namun demikian daun pohon yang sudah dimakan ulat hingga 30 persen  masih bisa bertahan . (MJ-01)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar