Home > HEADLINE > Warga Cepiring Dikeroyok Ribuan Ulat Bulu

Warga Cepiring Dikeroyok Ribuan Ulat Bulu

KENDAL – Warga Cepiring Kendal  resah dengan serangan ribuan ulat bulu sepekan terakhir. Ulat bulu ini muncul dari komplek pabrik gula Cepiring dan merayap ke rumah warga. Warga cemas karena ulat bulu mengakibatkan kulit panas dan gatal.

Ribuan ulat bulu ini menempel di tembok rumah warga dan tanaman yang ada di pekarangan rumah warga Desa Cepiring Kabupaten Kendal. Ratusan warga yang tinggal di RT 7 dan RT 8  resah karena jumlah ulat bulu yang mendadak muncul ini mencapai ribuan.

Warga setiap hari membersihkan rumah dari serangan  ulat bulu, agar tidak masuk ke dalam rumah. Meski sudah dibasmi dengan dibakar atau disemprot namun keberadaan ulat bulu ini masih mengganggu warga.

Menurut warga, serangan ulat bulu ini sudah terjadi sepekan dan muncul secara tiba-tiba. Diperkirakan ulat bulu ini berasal dari komplek pabrik gula Cepiring yang lama tidak berproduksi. Ulat bulu berwarna hitam dan mempunyai bulu panjang ini mengakibatkan gatal dan panas di kulit jika tersentuh.

“Upaya pembasmian terus dilakukan warga secara manual namun perkembangan ulat bulu ini terus meningkat. Ulat bulu juga kerap terbawa angin sehingga menempel ke rumah penduduk dan cepat berkembang biak,” kata  Danu Yahya warga sekitar.

Perangkat Desa Cepiring, Erna Setyowati mengatakan upaya pemberantasan ulat bulu dengan menggunakan insektisida belum maksimal. “Cuaca yang berubah-ubah menjadi penyebab perkembangan ulat bulu semakin banyak. Ditambah lagi hembusan angin yang kencang menerbangkan ulat bulu hingga menyebar puluhan meter dari sumbernya,” jelas Erna.

Kasi Perlindungan Tanaman  dan Pengendali Hama, Dnas  Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Setyo Budi mengatakan  jika  pada  bulan  Januari dan Februari merupakan masa perkembangbiakan jenis ulat bulu. “Bulan Januari dan Februari memang masa berkembang biak ulat ini,  jenis ulat tersebut biasanya  menyerang  daun pohon dan merambah di  rumah warga karena hembusan angin,” ujar Setyo. Selasa (31/01) siang.

Pencegahan sementara dinas  sudah   memberikan bantuan  insektisida untuk disemprotkan. Direncanakan penyemprotan akan dilaksanakan rutin  agar  bisa tuntas. Langkah ini dilakukan agar serangan ulat bulu  tidak meluas ke daerah lain seperti yang terjadi di sejumlah daerah. (MJ-01)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar