Beranda JATENG RAYA METRO SOLO Walikota Solo Anggap Protes Warga Jebres Sebagai Angin Lalu

Walikota Solo Anggap Protes Warga Jebres Sebagai Angin Lalu

36
0
BERBAGI
Deretan bendera setengah tiang di depan rumah warga RT02/04 Jebres Tengah, pada Kamis (8/2). (foto: metrojateng.com/MJ-25)

 

SOLO – Adanya aksi protes yang dilakukan oleh warga Jebres Tengah RT 02/04, Jebres, Solo tak menyurutkan niat Pemkot Solo untuk mengusur 20 KK tersebut. Pasalnya aksi protes yang dilayangkan oleh warga tanggapi dingin oleh Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Menurutnya seluruh masyarakat dibebaskan mengungkapkan pendapat.

Ditemui di ruang kerjanya Kamis (8/2), Walikota mengatakan keputusan warga yang menempati lahan HP 00105 dianggap menyalahi aturan. Dimana lahan yang ditempati oleh warga merupakan garis sepadan jalan yang seharusnya tidak boleh untuk ditempati.

“kalau dibuatkan sertifikat itu ya tidak bisa. Wong mereka tempati itu masuk dalam garis sepadan jalan,” jelasnya.

Pemkot sendiri telah memberikan uang bongkar kepada seluruh rumah, bahkan Pemkot juga menawarkan untuk menempati rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) milik Pemkota, bagi warga Jebres yang benar-benar tidak memiliki tempat tinggal.

Pemkot sendiri memberikan tenggat waktu kepada warga hingga tanggal 31 Januari 2018 lalu, akan tetapi batas waktu tersebut tak diindahkan oleh warga. Bahkan warga menganggap keputusan Pemkot melakukan pengusuran belum melalui musyawarah mufakat.

Hingga akhirnya sebanyak 22 KK RT 02/04 Jebres Tengah melakukan aksi pengibaran bendera merah putih setengah tiang pada Kamis (8/2). Aksi tersebut sebagai bentuk duka terhadap keputusan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang melakukan pengusuran rumah mereka. Dimana warga Jebres Tengah dinilai Pemkot menempati tanah HP 00105 yang dikelola BLUD Solo Techno Park. (MJ25)