Home > EDUKASI > Wali Kota Magelang Minta Sekolah Hapuskan Hukuman Untuk Siswa

Wali Kota Magelang Minta Sekolah Hapuskan Hukuman Untuk Siswa

MAGELANG – Walikota Magelang Sigit Wiyonindito meminta kepada para guru sekolah di wilayah Kota magelang agar tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal kapada muridnya. Meskipun murid malakukan kesalahan, hukuman keras semacam itu bukan menjadi solusi justru akan timbul masalah baru. 

    Hal itu dikatakan Walikota saat mengunjungi SD Negeri Kedungsari 2, Kecamatan Magelang Utara, Senin (6/1). Seperti biasanya, dalam kunjungan itu ia didampingi wakilnya Windarti Agustina, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektur Kota Magelang, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

    “Sekarang eranya sudah berbeda, cara-cara kekerasan untuk menghukum muridnya bukan sebuah solusi. Lakukan pendekatan edukatif, dengan memahami kondisi psikologis masing-masing siswa,” kata Sigit.

    Ia mencontohkan, tindakan edukatif yang dilakukan para guru jika menemui siswa yang melakukan kesalahan, misalnya diminta untuk menyiram tanaman, membersihkan ruang kelas, atau tindakan lainnya yang bisa melatih kemandirian siswa. Dengan catatan  tidak memberatkan siswa.

    “Apalagi sampai melakukan pemukulan, kekerasan secara verbal pun tidak diperbolehkan. Kita harus belajar dengan melihat banyak kasus pelaporan kekerasan di sekolah. Mari kita ciptakan sekolah yang ramah anak,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyempatkan  untuk memantau kebersihan sejumlah fasilitas sekolah. Ia mengapresiasi dibangunnya beberapa taman yang ada di lahan kosong. Menurutnya, keberadaan taman sangat penting untuk menjaga keasrian dan keindahan lingkungan sekolah.

    “Tapi tadi saya lihat, ada beberapa wastafel yang tidak berfungsi. Segera dibetulkan, karena itu penting untuk mendidik siswa untuk membiasakan hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

    Sementara itu salah satu guru kelas SD Kedungsari 2, Destu Supardinah sepakat dengan imbauan walikota terkait kebijakan sekolah ramah anak.  Selama ini pihaknya menjaga betul agar segala bentuk kekerasan terhadap siswa bisa dihindari.

    Ia mengaku, hal itu merupakan uji kesabaran para pelaku pendidikan khususnya guru sekolah. Ia pun lebih memilih memberikan semacam sanksi yang edukatif, bukan melukai fisik maupun psikologis murid.

    “Kami sudah terapkan sekolah ramah anak, tidak hanya para guru yang terlibat. Orang tua siswa juga kami imbau agar tidak memberi hukuman kepada anaknya dengan cara kekerasan. Justru itu akan menambah beban siswa untuk berkembang,” ucapnya.(MJ-24)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar