Home > HEADLINE > Waduh, Masih Ada Jalan yang Rusak Parah di Brangsong

Waduh, Masih Ada Jalan yang Rusak Parah di Brangsong

Kondisi jalan yang rusak di salah satu desa di Kecamatan Brangsong, Kendal. Foto: Metro Jateng/MJ-01
Kondisi jalan yang rusak di salah satu desa di Kecamatan Brangsong, Kendal. Foto: Metro Jateng/MJ-01

KENDAL – Perbaikan infrastruktur di Kabupaten Kendal belum juga selesai, buktinya masih ada jalan yang rusak, yaitu jalan penghubung empat desa di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, yang kondisinya rusak parah. Kerusakan jalan bahkan membahayakan bagi pengguna jalan karena bergelombang dan licin saat hujan.

Kerusakan jalan tersebut mulai terjadi dari Desa Sidorejo-Penjalin-Tunggulsari. Di Desa Sidorejo sebagian besar kerusakan karena aspal jalan mengelupas dan membentuk lubang-lubang dengan beragam ukuran.

Kondisi semakin parah setelah memasuki wilayah Desa Penjalin dan Desa Tunggulsari. Badan jalan dengan lebar sekitar 3,5 meter berlumpur sepanjang lebih dari tujuh kilometer. Kendaraan yang melintas terpaksa memelankan lajunya karena dikhawatirkan akan terpeleset.

Selain itu, badan jalan sebelah timur langsung berbatasan dengan bibir sungai tanpa pembatas. Sehingga, sangat mengancam keselamatan bagi pengguna jalan jika terjatuh ataupun terpeleset.

Kerusakan juga terjadi pada jalan penghubung Desa Tunggulsari-Kertomulyo-Sidorejo. Bekas aspal yang mengelupas selain menimbulkan kubangan lumpur, juga berkerikil. Jalan sepanjang sekira lima kilometer itu di sisinya area persawahan. Sehingga saat musim hujan, badan jalan penuh dengan lumpur.

Susi Nur Ajiyati (27), salah seorang warga Desa Tunggulsari, mengatakan bahwa kerusakan jalan sangat mengganggu aktifitas warga. Jarak tempuh yang seharusnya hanya 10 menit dari Desa Tunggulsari ke Sidorejo, menjadi sekitar 20 menit.

“Padahal, hampir tiap hari warga di sini harus ke kota atau ke Kaliwungu untuk berbelanja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada Pasar Srogo di Desa Sidorejo, tapi juga dua jalur yang ada sama-sama rusak parah,” katanya, kemarin (8/12).

Warga di empat desa tersebut sempat mengaku senang dengan informasi rencana perbaikan infrastruktur jalan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kendal. namun, hingga saat ini, perbaikan jalan dengan sistem betonisasi baru dilakukan pada sekitar 200 meter di Desa Sidorejo ke arah Desa Kertomulyo.

“Kalau memang ada program perbaikan, kami harap segera diperbaiki. Warga di sini sudah bertahun-tahun hidup tidak nyaman karena jalan rusak,” tambahnya.

Sutejo (45), warga Desa Penjalin mengatakan, kerusakan jalan di desanya juga kerap menjadikan pengguna jalan terjatuh dan terpeleset, terutama pada musim hujan.

“Meskipun hanya luka ringan, tapi ini sangat mengganggu pengguna. Yang namanya kecelakaan kan tidak bisa diprediksi luka-lukanya, tapi soal jalan sangat bisa diantisipasi yakni dengan perbaikan. Kami sudah jenuh dengan kondisi jalan rusak,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mencanangkan program perbaikan infrastruktur jalan. Rencananya, program yang dimulai sejak pertengahan 2014 itu akan selesai pada 2015 mendatang.

“Tahun 2015 jalan-jalan di Kabupaten Kendal sudah baik. Saya juga sudah menyampaikan kepada dinas terkait untuk terus mengontrol, jika ada kerusakan lagi harus segera diperbaiki,” tandasnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Mensyukuri Toleransi di Semarang Bersama Para Pemulung

Share this on WhatsApp SEMARANG – Aktivitas salah satu Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, …

Silakan Berkomentar