Home > HEADLINE > Waduh! Harga Cabai Turun, Harga Sembako Malah Naik

Waduh! Harga Cabai Turun, Harga Sembako Malah Naik

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Seiring berjalannya waktu, harga cabai di pasaran telah turun. Namun, harganya masih relatif cukup tinggi, yakni masih di angka Rp. 40 ribu. Masih tingginya harga cabai karena memang saat ini sedang musim hujan, sehingga kualitas cabai relatif buruk.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan Metrojateng.com, di beberapa pedagang di kawasan Pasar Legi Solo, Senin (8/12), menyebutkan, cabai rawit merah yang semula Rp. 72.000 per kg menjadi Rp. 60.000 per kg. Cabai rawit putih yang semula Rp. 49.000 per kg menjadi Rp. 40.000 per kg. Sedangkan cabai jenis merah besar saat ini stabil di harga Rp. 49.000 per kg.

“Turunnya harga cabai, karena memang pasokan cabai dari beberapa daerah di sekitar Soloraya, yakni Sragen dan Boyolali, sudah berangsur seperti biasanya. Sehingga tak perlu lagi mengambil cabai dari kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkap Pengelola UD. Bunga Karya selaku pemasok cabai di Pasar Legi Solo, Achmad Sahib.

Meski begitu, berbanding terbalik dengan harga kebutuhan pokok, di mana menjelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok terus menunjukan kenaikannya. Beberapa kebutuhan pokok yang naik, seperti bawang merah semula Rp. 12.000 per kg menjadi Rp. 16.000 per kg, kacang tanah semula Rp. 16.000 per kg menjadi Rp. 17.500 per kg.

Adapula mie instan baik goreng maupun rebus harga kini Rp. 17.000 per karton, sebelumnya Rp. 16.000 per karton, telur kini Rp. 17.000 per kg, sebelumnya Rp. 16.000 per kg, beras C4 kini Rp. 10.500 per kg, sebelumnya Rp. 10.000 per kg, minyak sawit kini Rp 11.000 per kg, sebelumnya Rp. 10.000 per kg, minyak super kini Rp 16.000 per kg, sebelumnya Rp. 15.000 per kg, gula pasir kini Rp 9.500 per kg, sebelumnya Rp. 9.200 per kg, serta gula jawa kini Rp. 12.000 per kg, sebelumnya Rp. 11.000 per kg. (MJ-16)

 

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar