Home > EDUKASI > Waduh, Buku Paket MTs Sebut Makam Wali Sebagai Berhala

Waduh, Buku Paket MTs Sebut Makam Wali Sebagai Berhala

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG – Buku pegangan guru pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII untuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs/setingkat SMP) yang merupakan produk Kurikulum 2013 menuai protes. Pada buku terbitan Kementerian Agama RI Tahun 2014 itu terdapat kalimat bahwa salah satu contoh berhala jaman sekarang adalah kuburan para Wali.

Ketua DPD Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia ( PGSI) Jateng, Muh Zen Adv, menilai buku itu menyesatkan karena menyebutkan berhala sekarang adalah kuburan para wali. Ajaran tersebut tidak sesuai dengan ajaran yang dianut kelompok keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). Padahal, saat ini ada ribuan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang bernaung dibawah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Menurut Zen, sebelum dicetak dan didistribusikan buku harus dikaji secara mendalam dengan memperhatikan kultur masyarakat Islam Indonesia. “Saya mendesak buku itu segera direvisi, karena menimbulkan pemahaman yang keliru,” kata anggota DPRD Jateng itu.

Pencantuman makam wali sebagai berhala terdapat pada BAB I; Kearifan Nabi Muhammad SAW Wujudkan Kedamaian, Sub Bab A. Kondisi Masyarakat Mekkah sebelum Islam. Pada halaman 13-14 ada petunjuk mengajar untuk guru yang meminta peserta didik mendiskusikan tentang perbandingan antara kondisi kepercayaan di Mekkah jaman dahulu dengan kondisi kepercayaan sekarang. Kemudian guru meminta setiap kelompok menulis hasil diskusinya di kertas dan mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

Nah, dalam contoh persamaan dan perbedaan itulah ada kalimat: “Berhala sekarang adalah kuburan para Wali”. Kalimat tersebut tercantum di item kedua bagian dari perbedaan kondisi kepercayaan Mekkah dibanding kepercayaan masyarakat saat ini.

Kepala Seksi Kurikulum Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah, Nur Abadi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui laporan tentang buku tersebut. Saat ini pihaknya sedang menanyakan ke Kementerian Agama.

“Di daerah, tak memiliki wewenang untuk memberi penjelasan. Sebab, daerah hanya menerima distribusi buku tersebut. Semuanya yang mengatur Kemenag pusat,’ katanya. (MJ-03)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar