Usut Dua Kasus Pertanahan, Ombudsman ‘Digeruduk’ IPPAT

suang pungli BPN
ilustrasi

 

SEMARANG – Dua kasus dugaan pungli pertanahan yang sedang diselidiki oleh Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, rupanya berbuntut panjang. Sejumlah notaris yang tergabung dalam Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) melayangkan protes kepada Plt Kepala Ombudsman Jawa Tengah, Sabaruddin Hulu.

Mereka hari ini, Rabu (14/3), mendatangi kantor Ombudsman Jawa Tengah di Jalan Siwalan, Semarang. Ketua Pengurus Wilayah IPPAT Jawa Tengah, Siswoyo menyatakan kasus OTT di BPN Kota Semarang menjadi pembelajaran bagi organisasinya.

Namun, Siswoyo menyayangkan upaya Ombudsman yang menyangkutpautkan OTT dengan oknum notaris. Menurutnya, tidak ada niat notaris untuk menjebak, justru pihaknya berharap pelayanan di BPN dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sedangkan, menurut Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabaruddin Hulu, sudah jadi kewenangan pihaknya dalam melakukan pengawasan pelayanan publik. Ia juga mendorong IPPAT ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan praktek-praktek maladministrasi serta penyimpangan pada pelayanan di BPN, provinsi maupun kabupaten/kota.

“Apabila notaris/PPAT ragu-ragu dan khawatir terhadap dampak laporan pengaduannya, Ombudsman dapat merahasiakan identitas yang bersangkutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia pun mendukung komitmen kerjasama dengan IPPAT untuk memberantas maladministrasi dalam pelayanan pertanahan, khususnya pungli. “Ombudsman bersinergi dengan semua pihak termasuk notaris/PPAT dalam mencegah maladministrasi di kementerian atau lembaga termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

58 + = 65

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.