Home > JATENG RAYA > Usir Makelar Tanah, Massa Ruwat BPN Kendal

Usir Makelar Tanah, Massa Ruwat BPN Kendal

KENDAL – Dinilai menjadi sarang makelar pembebasan lahan untuk jalan tol Batang Semarang, Kantor Pertanahan Kendal Kamis (09/02) siang diruwat puluhan massa yang mengatasnamakan Jaringan Masyarakat Kendal atau JAMAK. Selain meruwat kantor, massa juga menggelar orasi di depan Kantor Pertanahan Kendal meminta ganti rugi jalan tol yang layak.

Ruwatan kantor Pertanahan Kabupaten Kendal  ini dilakukan  sebagai bentuk keprihatinan banyak makelar pembebasan lahan jalan tol Batang Semarang. Ruwatan digambarkan dengan makelar yang bergentayangan seperti hantu dan diusir oleh seorang dukun.

Sejumlah sesaji disiapkan dan ditabur serta disebar di halaman kantor,  massa juga memasang sesaji di papan nama kantor berharap makelar pembebasan tanah yang diduga oknum pertanahan bisa lenyap.

Aksi ratusan warga korban jalan tol ini meminta kepada Kantor Pertanahan Kendal ada nilai yang layak saat melakukan pembebasan tanah. Warga menilai ada intimidasi dan tidak ada musyarawah dengan warga karena langsung disodori nilai ganti rugi.

Warga tidak bisa menawar, karena satuan kerja pembebasan tanah tidak memberikan kesempatan kepada warga untuk menawar. Jika keberatan dengan taksiran harga dari satuan kerja maka warga bisa mendaftarkan gugatan ke pengadilan.

“Katanya disuruh musyawarah, namun saat datang di balai desa warga disodori amplop yang sudah berisi nilai ganti rugi. Pihak satker tidak memberi kesempatan untuk tawar menawar, dan mengatakan jika keberatan dengan nilai tersebut silahkan gugat ke pengadilan. Emangnya warga salah apa kok disuruh ke pengadilan untuk menguggat,” kata Bambang warga Ngawensari.

Perwakilan massa menuturkan, selama belum ada kesepakatan ganti rugi yang layak pihak pengembang tidak mengerahkan alat berat untuk mengerjakan proyek ini. “Selain itu  proses pengadaan lahan dan ganti rugi sesuai dengan aturan dan adil. Selama ini banyak komplain dari masyarakat mengenai validitas obyek ganti rugi,” terang Agus Surono, perwakilan massa.

Usia meruwat dan menggelar orasi di depan Kantor Pertanahan Kendal massa kemudian membubarkan diri dan melanjutkan aksi di depan gedung DPRD Kendal. (MJ-01)

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar