Beranda JATENG RAYA METRO KEDU Urai Ketegangan Pilkada, Para Politikus Tubing Bareng di Kali Mbolong

Urai Ketegangan Pilkada, Para Politikus Tubing Bareng di Kali Mbolong

85
0
    kampanye damai di magelangDeklarasi pilkada damai di selenggarakan Panwascam Secang Kabupaten Magelang, Minggu (11/3). Peserta dari berbagai Parpol  diajak tubing di Sungai Mbolong, dusun Tempuran desa Giri Kulon Kecamatan Secang. (foto: metrojateng.com/Ch Kurniawati)
MAGELANG – Belasan partai politik di wilayah Kabupaten Magelang medeklarasikan Pilkada damai dengan cara yang tak biasa. Deklarasi digelar di pinggir Sungai Mbolong, Dusun Tempuran, Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. “Deklarasi pilkada damai di pinggir sungai ini demi mengurangi ketegangan diantara para pengusung paslon bupati dan paslon gubernur,” kata Ketua Panwascam Secang, Yasin Awan Wiratno, Minggu (11/3).
Konsep deklarasi adalah kembali ke alam. Dengan berada di tengah alam, dan segarnya air sungai, maka nalar berpolitik akan lebih jernih, tidak emosional dan tidak terpengaruh hoaks. “Sudah saatnya masyarakat bersikap cerdas dengan menghindari politisasi SARA dan kampanye hitam,” katanya. Ia berharap agar partai pengusung gubernur dan bupati bisa berkompetisi secara sehat tanpa hoaks dan kampanye hitam.
Deklarasi ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bawaslu. Para pimpinan partai politik mengucapkan ikrar Pilkada Damai dan menandatangani komitmen bersama. Selanjutnya, mereka melepaskan enam ekor burung merpati putih ke alam dan melepas benih ikan ke sungai.
Hal itu sebagai simbol bahwa berpolitik harus bisa memberikan manfaat ke lingkungan dan masyarakat. Di sungai, belasan perwakilan partai politik melakukan tubing. Mereka membawa bendera partai politik ukuran kecil. Sementara di atas batu cadas, seniman Lima Gunung Eka Pradaning melakukan pertunjukan yang berisi ajakan mewujudkan Pilkada berintegritas.
Komisioner Panwascam Secang, Aulia Husna mengatakan,  penandatanganan ikrar bersama Pilkada damai sebagai bentuk kebersamaan untuk menjaga suasana tetap kondusif selama kampanye Pilkada. Deklarasi Pilkada Damai ini dibiayai secara patungan antara Panwascam dan Panwasdes. Untuk menghemat biaya, mereka memasak sendiri makanan yang disuguhkan kepada para tamu undangan. Pihaknya memilih lokasi ini karena berada di dekat Prasasti Tuk Mas, yakni prasasti tertua di Jawa. Mata air ini sudah digunakan sejak zaman Hindu.
Acara ini dihadiri oleh Pj Bupati Tavif Supriyanto, Sekda Drs Eko Triyono, Forkompincam Secang, tiga komisioner Panwaskab Magelang, perwakilan partai politik dan seluruh Panwasdes se-Kecamatan Secang. Selesai deklarasi, mereka kemudian tubing bersama di aliran Kali Mbolong.
Pj Bupati Tavif Supriyanto memberikan apresiasi tinggi atas kreatifitas dan komitmen Panwascam Secang dan Panwaskab Magelang dalam mewujudkan Pilkada Damai dengan membuat berbagai acara di alam.
Tavif mengatakan, kegiatan yang dilakukan Panwascam Secang sangat positif.
“Suasananya jadi terkesan hangat, akrab dan nyaman. Kami mengajak agar deklarasi tidak sekedar seremoni saja, namun juga harus diwujudkan bersama agar Pilkada bisa berlangsung adil, berintegritas , baik dan menyenangkan,” katanya.
Ketua Panwaskab Magelang MH Habib Shaleh menambahkan deklarasi ini bukan sekedar ajakan Pilkada Damai. Namun juga membantu masyarakat dan Pemdes Giri Kulon untuk mempromosikan pariwisata.
Apalagi, desa ini memiliki potensi wisata tubing. Ada banyak potensi wisata pedesaan di Kabupaten Magelang yang jika dikembangkan akan bisa mensejahterakan masyarakat. Desa-desa ini bisa memperlama kunjungan wisatawan Borobudur. (MJ-24)