Home > JATENG RAYA > Upah Telat 5 Bulan, Ribuan Buruh Nyonya Meneer Turun ke Jalan

Upah Telat 5 Bulan, Ribuan Buruh Nyonya Meneer Turun ke Jalan

image
Ilustrasi

SEMARANG – Sebanyak 1.200 buruh hari ini, Rabu (15/6), menggeruduk PT Nyonya Meneer untuk mendesak direksi perusahaan jamu tertua di Jawa Tengah itu membayar upah mereka yang telat selama lima bulan terakhir.

Para pendemo mula-mula datang secara sporadis dari arah timur Jalan Kaligawe lalu merangsek masuk ke halaman Nyonya Meneer pada pukul 08.00 WIB pagi.

Mereka membawa beragam atribut guna mengecam kebijakan perusahaan yang melalaikan tanggungjawabnya selama ini.

Aan Tawli, Tim Advokasi Serikat Pekerja Farkes Reformasi yang mendampingi para buruh jamu itu mengatakan bahwa, buruh-buruh khawatir bila nantinya hak-hak mereka tak dipenuhi saat perusahaan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang.

Karena itulah, menurutnya, ribuan buruh Nyonya Meneer menuntut perusahaan melunasi semua tunggakan upah bulanan belum dibayar yang diakumulasikan lima bulan terakhir sejak Januari-Mei 2016.

“Ini artinya, gaji harian yang belum dibayar akumulasi 13 minggu sejak minggu bulan Januari 2016,” kata Aan kepada metrosemarang.com di lokasi aksi.

Tak hanya itu saja, kata Aan. Para buruh mengaku uang makan mereka yang diakumulasikan dari bulan Februari 2016 juga belum dibayarkan oleh pihak Nyonya Meneer.

Buruh Nyonya Meneer yang kebanyakan dari kalangan perempuan itu, bahkan mengaku tak lagi mendapat BPJS Kesehatan sejak 2012 silam.

“Masih ada tunggakan BPJS dari tahun 2012,” ungkap Aan lagi, seraya menambahkan jika sikap buruh ini demi memastikan kejelasan nasib dan hak mereka ketika perusahaan dinyatakan pailit.

Ia menegaskan, gelombang demonstrasi dalam skala lebih besar bakal dilakukan lagi sampai ada keputusan yang menguntungkan pihak buruh, terutama soal pemberian hak-haknya yang tidak ditunaikan oleh direksi Nyonya Meneer.

Kemudian, tim Advokasi Serikat Pekerja Farkes Reformasi dalam waktu dekat segera mengajukan gugatan PHI terkait hak karyawan yang dilanggar oleh Nyonya Meneer.

“Kami akan melihat itikad baik perusahaan apakah bisa menunaikan kewajibannya dan kemampuan perusahaan untuk tetap bisa menjadi tempat bekerja bagi karyawan,” ungkapnya.

“Tapi kalau mereka sudah tidak memiliki kemampuan menunaikan kewajibannya kepada karyawan, kami akan menempuh langkah hukum untuk permohonan pailit dengan alasan perusahaan telah wanprestasi,” tutupnya. (far)

Ini Menarik!

Pailit, Nyonya Meneer Nunggak Upak Buruh Rp 98 Miliar

Share this on WhatsAppSEMARANG – Setelah diputus pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai …

Silakan Berkomentar