Ungkap Perampokan di Banaran, Polisi Gandeng Ahli TI

Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO ?? Sebulan paska perampokan bersenjata api di Desa Banaran, jajaran Polres Sukoharjo belum menemukan masih belum menemukan titik terang untuk mengungkap kasus yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 165 juta tersebut. Kini, polisi menggandeng ahli teknologi informasi (TI) untuk memeriksa CCTV yang berhasil merekam para pelaku di beberapa lokasi sebelum kejadian.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengakui, pihaknya mengalami kendala saat memeriksa rekaman CCTV yang merekam para pelaku yang berhasil diperoleh dari berbagai lokasi. ?Kami memang sedikit menemui kendala, dari rekaman cctv yang kita punyai tidak bisa menunjukkan dengan jelas ciri-ciri para pelaku, ketika diperbesar gambar pecah dan tidak terbaca sama sekali. Sehingga kita harus bekerjasama dengan rekanan untuk memeriksa rekaman CCTV tersebut,? ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan jajaran Polda Jateng terkait dengan kesamaan motif perampokan yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah. Namun sejauh ini, Kapolres mengakui, belum memperlihatkan kesamaan motif maupun modus, sehingga belum ada titik terang identitas para pelaku perampokan.

Diberitakan sebelumnya, tejadi perampokan dengan menggunakan senjata api di Desa Banaran, Kecamatan Grogol Sukoharjo pada Senin (11/8). Pelaku menembak dan membacok korban saat korban akan menyetorkan uang sebesar Rp 165 juta? ke salah satu Bank di Solo. (MJ-12)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

29 + = 35

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.