Unggah Foto Bugil Editan di Facebook, Seorang Satpam Dipolisikan

Sulastri menunjukkan foto bugil editan yang menyerupai dirinya di jejaring sosial Facebook (04/02). Foto: Metro Jateng/MJ-01
Sulastri menunjukkan foto bugil editan yang menyerupai dirinya di jejaring sosial Facebook (04/02). Foto: Metro Jateng/MJ-01

KENDAL – Bagi anda yang suka mengedit foto orang  dan mengunggahnya ke jejaring sosial, agaknya perlu berhati-hati. Di Kendal  seorang satpam dilaporkan warga ke polisi atas dugaan pornografi karena mengunggah foto  orang yang diedit menjadi telanjang di jejaring sosial Facebook.

Seperti dialami Sulastri, warga Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Ibu satu anak ini menjadi korban pornografi setelah fotonya diunggah ke situs jejaring sosial Facebook. Dalam foto tersebut, istri dari Edi Siswoyo ini diperlihatkan sedang  bugil, namun foto yang diunggah adalah hasil editan.

Foto editan tersebut diunggah oleh pemilik akun Teguh Waluyo, seorang satpam sebuah perusahaan di Semarang. Tidak terima dengan tindakan satpam tersebut, Sulastri ditemani suami melaporkan pemilik akun Facebook tersebut ke Polres Kendal Rabu (04/02) pagi.

Sulastri mengakui, foto seronok yang diunggah tersebut adalah wajahnya, namun badan bukan miliknya dan foto tersebut merupakan hasil editan. Foto tersebut diunggah oleh Teguh Waluyo di akun Facebook pada 31 Desember 2014 lalu. Anehnya, justru pengunggah foto seronok tersebut menandai akun Facebook Sulastri dan 14 teman-temannya.

Sulastri mengaku malu lantaran dari foto seronok tersebut terkesan ia seolah menjadi wanita nakal, terlebih banyak teman-temannya yang melihat dan mempermalukannya di Facebook.

“Saya memang berteman dengan Teguh Waluyo di Facebook, namun tidak ada masalah apa-apa. Tahu-tahu kok saya menerima foto dari Teguh Waluyo yang diposting dengan gambar orang bugil, namun dengan wajah mirip saya,” katanya.

Sulastri sebenarnya sudah memberi itikad baik dengan pelaku pengunggah foto untuk meminta maaf dan menghapus foto tersebut. Namun pengunggah foto tidak meminta maaf dan selalu menghindar. Aparat desa setempat, Muchlisin, mengatakan sudah mengundang korban dan pengunggah foto yang tinggal di desa tetangga untuk berdialog. Namun hingga pertengahan Januari tidak ada itikad baik dari pengunggah foto untuk merealisasikan kesepakatan dengan korban.

“Selaku aparat desa, sudah menjembatani agar ada mediasi dari kedua belah pihak. Jadi penyelesaian sudah disepakati, Teguh akan meminta maaf dan memberi kerugian kepada yang bersangkutan,” ujar Muchlisin.

Karena tidak ada itikad baik dari pengunggah foro seronok, Sulastri melaporkan perbuatan pengunggah foto ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Kendal. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

2 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.