Home > JATENG RAYA > Underpass Jatingaleh Molor, Penumpang Trans Semarang Turun Drastis

Underpass Jatingaleh Molor, Penumpang Trans Semarang Turun Drastis

Bus Trans Semarang yang berwarna biru terjebak kemacetan di lokasi proyek pembangunan underpass Jatingaleh. (foto: Mukhamad Masrukhin)
SEMARANG – Pembangunan underpass Jatingaleh yang lambat benar-benar membuat dampak yang cukup besar khususnya pada transportasi. Akibat pembangunan tak kunjung selesai armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di dua koridor molor hingga setengah jam untuk sampai ke tujuan.
Dua koridor BRT Trans Semarang yang terdampak tersebut adalah koridor 2 tujuan Sisemut-Terboyo dan koridor VI tujuan Unnes-Undip. Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, headway antar bus terganggu akibat kemacetan dan molornya pembangunan underpass Jatingaleh.
”Idealnya ketika dilepas dari pool, jarak antar bus adalah 10 menit, kecuali pagi kita atur 5 menit sekali bus jalan, karena harus lewat Jatingaleh mau tidak mau setelah terlepas dari kemacetan Jatingaleh, bus harus mengejar jarak dengan bus di depannya, jarak antar bus bisa molor hingga 20 sampai 25 menit sekali,” ungkapnya, Senin (7/8).
Bahkan menurutnya, pernah terjadi ketika lalu lintas di Jatingaleh benar-benar macet kendaraan tidak bisa bergerak, bus di depannya sudah sampai pool Sisemut tetapi bus di belakangnya baru lepas dari kemacetan Jatingaleh. Sehingga jarak antar kedua bus saat itu sampai kisaran 35 menit.
Ade Bhakti menerangkan, padahal koridor II Trans Semarang adalah koridor yang sedang dipantau terus pelayanannya kepada pengguna jasa. Baik dari kualitas bus, interval bus, bahkan sampai dengan emisi gas buang armadanya. Karena ditambah dengan kemacetan Jatingaleh maka keluhan pengguna jasa dipastikan akan bertambah.
Selain itu, pastinya pendapatan di koridor II Trans semarang juga dinilai akan menurun. Karena ketika penumpang sudah terlalu lama menunggu bus karena interval molor efek dari pembangunan underpass Jatingaleh, maka pasti penumpang akan memilih moda transportasi lain. ”Apalagi sekarang ini sudah banyak jasa transportasi online,” tegasnya.
Pada awal tahun 2017 sendiri, tambahnya, di koridor II pada bulan Januari total penumpangnya 196.469 penumpang, dengan rata-rata penumpang per hari 6.337 penumpang. Sedangkan pada bulan Juli lalu total penumpang sebulan hanya 175.525 orang dengan rata-rata per hari 5.662 penumpang.
Artinya, kata dia, ada penurunan sekitar 20.000 penumpang perbulan jika dibandingkan dengan awal tahun 2017 ini.” Sebenarnya selain terdampak pembangunan underpass jatingaleh, jumlah penumpang Trans Semarang yang cenderung menurun juga karena imbas dari beroperasionalnya Trans Jateng,” tandasnya. (duh)

Ini Menarik!

Wuling Tawarkan Layanan Purnajual, Renault Tak Pasang Target Muluk

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Wuling dan Renault merupakan dua pemain baru dalam …

Silakan Berkomentar