Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Umat Nasrani Diminta Tak Terprovokasi Teror

Umat Nasrani Diminta Tak Terprovokasi Teror

16
0

SEMARANG – Umat Nasrani di Semarang ikut mengungkapkan keprihatinannya menyusul adanya rentetan serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Jakarta. Tiga gereja itu porak poranda usai bom bunuh diri meledak hampir bersamaan pada Minggu (13/5) kemarin. Kemudian tepat pagi tadi bom bunuh diri kembali meledak di Polrestabes Surabaya.

Pertemuan Kapolda Jateng dengan Komunitas Pelita, Senin (14/5). Foto: efendi

“Saya terpukulĀ sekaligus terkejut mendengar beberapa gereja Kristen dan Katolik dibom kemarin. Tetapi, yang ingin saya tekankan bahwa rekan-rekan sesama umat Kristen agarĀ  tidak usah takut, karena aparat kepolisian sedang mengusutnya,” kata Setyawan Budy, koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) dari unsur Kristiani, Senin (14/5).

Ia mengimbau kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia khususnya Jawa Tengah supaya tidak terpancing dengan serangan bom bunuh diri tersebut. Tak lupa ia berpesan agar umat Kristiani jangan membalas dengan menebar kebencian terhadap umat agama lainnya.

“Atas kejadian ini, teman-teman Kristiani agar jangan benci terhadap pelaku yang mengatasnamakan Islam. Jangan sampai kita diadu domba. Karena kami tidak takut dengan teror dalam bentu apapun dan tetap menjalin kerukunan antar umat lintas agama,” tegas Wawan, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, ia pun menagih janji keseriusan pemerintah pusat dalam melakukan program deradikalisasi terhadap para eks narapidana terorisme. Pasalnya, ia menganggap deradikalisasi tak mempan untuk menekan tindakan teror yang kian marak sampai saat ini.

“Tentunya kami menagih janji atas program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah selama ini. Justru dalam rentang 2017 intensitas kejadian teror gereja bukannya berkurang, tapi malah semakin meningkat,” ujar Wawan.

Ketua Komisi Hubungan Antar Kepercayan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo menyebut rentetan bom bunuh diri kali ini benar-benar diluar nalar akal sehat. Hal ini mengingat kejadiannya dilakukan para pelaku teror ditengah situasi tokoh agama yang sedang gencar membangunĀ  semangat kerukunan antar umat beragama.

“Teror itu semacam interupsi. Maka saya berdoa bagi keluarga korban bom bunuh diri agar dikuatkan batinnya dalam menghadapi situasi genting seperti sekarang. Karena ini membuat orang-orang terhenyak,” tuturnya.

Romo Budi bilang bahwa teror bom bunuh diri ini merupakan peristiwa kemanusiaan. Kejadian ini membuat semua umat Nasrani berduka sedalam-dalamnya.

“Kami berdiri di sini tidak takut. Dan kami berharap negara hadir secara tegas untuk melindungi warganya. Kita mendukung otoritas keamanan menindak tegas pelakunya,” tuturnya. (far)