Home > HEADLINE > Tujuh Kali Kebanjiran, Pemkab Kendal Belum Punya Solusi Atasi Banjir

Tujuh Kali Kebanjiran, Pemkab Kendal Belum Punya Solusi Atasi Banjir


KENDAL – Sejak awal tahun 2017 wilayah sepanjang Sungai Kendal sudah tujuh kali terendam banjir. Namun sampai sekarang belum ada solusi untuk mengantisipasi banjir ini. Senin (13/02) pagi,  banjir kembali menggenangi wilayah Kota Kendal hingga ketinggian 70 centimeter. Akibatnya siswa pondok pesantren Al Hidayah Kota Kendal terpaksa diungsikan ke Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) 3 Kendal.

Air sudah menggenangi pondok pesantren dan ruang belajar ini sejak Senin (13/02) dinihari. Ketinggian air hingga 60 centimeter dan tidak memungkinkan siswa ponpes ini belajar di dalam ruangan. Akibatnya ratusan siswa diungsikan ke MTs NU 3 Kendal yang tidak terendam banjir.

Pengelola Ponpes, Tri Jamaludin menuturkan akibat hujan deras pada Minggu sore membuat Sungai Kendal meluap. Luapan air mulai masuk  Minggu (12/02) malam dan semakin meninggi pada Senin dinihari. Diakui pondok pesantren ini setidaknya sudah tujuh kali terendam banjir sejak awal tahun 2017 silam.

“Untuk sementara santri yang ada di ponpes mengungsi di lantai dua sebuah sekolah yang tidak jauh dari lokasi ponpes. Santri ini diungsikan menunggu air surut dan kegiatan di ponpes terganggu karena ruang belajar tidak dapat digunakan,” kata Tri Jamaludin, pengelola ponpes.

Sementara itu salah satu  siswa mengaku , terganggu dengan adanya banjir. Pasalnya mereka belajar tidak maksimal sekalipun air tidak masuk ruang kelas namun untuk halaman sekolah terendam banjir hingga ketinggian 40 centimeter.

Sementara dalam kurun waktu satu setengan bulan Kantor Bupati Kendal sudah 5 kali terendam air. Belum ada solusi untuk mengatasi banjir, sehingga tiap kali turun hujan deras, dapat dipastikan lingkungan kantor setda Kendal terendam banjir.

Menurut salah satu  ASN  Raharjo , yang hendak bekerja  harus ribet lepas sepatu pasalnya untuk masuk ke  dalam  kantor  lingkungan  setda kendal semua  terendam air.

” tiap kali hujan deras  pasti banjir mas, aktivitas jelas terganggu sebab  kalau kurir surat seperti saya kan keluar masuk kantor di lingkungan setda,” kata Raharjo.

Buruknya drainase merupakan penyebab  banjir di lingkungan setda kendal. tiap kali hujan kantor Bupati seperti tempat rekreasi sebab di depan pintu masuk banyak pegawai yang menunggu untuk masuk dalam  lingkungan setda.

Bahkan tak jarang orang  yang melintas  di depan kantor bupati sejenak mengabadikan  foto menggunakan kamera  telepon genggam, seperti tempat wisata baru.

Kalakhar BPBD Kabupaten Kendal  Sigit Sulistiyo,  untuk mengatasi banjir  mestinya menormalisasi sungai tambatan perahu yang berada di  daerah Ngilir dan Bandengan di taruh di hilir, sehingga  tidak menghambat jalanya  air, selain itu pintu air yang sudah rusak  diperbaiki dan difungsikan kembali, sehingga ketika terjadi banjir bisa difungsikan untuk dibuka atau ditutup. (MJ-01)

Ini Menarik!

PSMP vs PSIS: Momentum Bangkit

Share this on WhatsApp BANDUNG – PSIS mengincar poin penuh atas PS Mojokerto Putra pada …

Silakan Berkomentar