Tuin Van Java di Magelang Bakal Makin Cantik

image

MAGELANG – Pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) yang berada di Alun-alun Kota Magelang dalam waktu dekat akan berubah wajah menjadi semakin cantik. Sebelumnya, pusat kuliner yang menampung para Pedagang Kaki Lima (PKL) ini menggunakan tenda. Kali ini pemerintah akan membuatkan shelter permanen yang di sesuaikan dengan estetika kota.
    “Tahun 2016 ini kita akan bangun shelter permanen sehingga bisa menambah cantik wajah kota Magelang,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang Joko Budiono, di sela-sela acara syukuran HUT ke 4 TVJ di Alun-alun Magelang, Senin (4/1).
    Joko mengemukakan, DPP siap  melelang proyek pembangunan shelter TVJ dengan nilai  proyek sekitar Rp 1,5 miliar. Dana tersebut  berasal dari bantuan provinsi (Banprov) Jateng. “Kita berharap bulan Februari sudah bisa mulai dibangun, karena Januari ini kita berharap lelangnya bisa selesai” katanya.
    Menurut Joko, pusat kuliner di kawasan Alun-alun ini sudah saatnya untuk di rehab, karena kondisinya sudah tidak laik. Shelter yang dibangun nantinya bisa menampung 100 PKL.
    Dengan dibangunnya shelter TVJ, maka diharapkan bisa menambah kenyamanan pelanggan dan bisa menjadi tujuan wisata kuliner. “Alun-alun sebagai pusat kota, sehingga kita percantik wajah pusat kuliner ini agar bisa memberikan kenyamanan untuk pengunjung dan menjadi tujuan wisata kuliner,” kata Joko.
    TVJ berdiri sejak 4 tahun lalu. Para pedagang yang berjualan sebelumnya merupakan PKL yang tersebar di berbagai tempat di sekitar Alun-alun. Mereka kemudian di tata dengan dibuatkan  tenda-tenda berwarna seragam dengan jumlah sekitar 98 pedagang.
    Menurut Joko, setelah di tata, kesejahteraan PKL semakin baik dibanding sebelumnya. Para pedagang dalam sehari bisa menabung antara Rp 100 ribu hingga Rp200 ribu.
    Shelter permanen yang akan dibangun, nantinya juga akan dilengkapi dengan panggung hiburan yangd iisi dengan live music.
    Dikemukakan, kalau sekarang pemerintah tidak lagi menarik retribusi ke pedagang sebesar Rp3000/hari. Namun uang akan dialihkan untuk pembiayaan live music yang nantinya dikelola paguyuban sendiri.
    Seiring dengan dibangunnya shelter TVJ, imbuh Joko maka seluruh PKL akan diberi pelatihan manajemen mengelola bisnis kuliner. Dari pengelolaan keuangan sampai dengan manajeman kebersihan hingga cara melayani pengunjung.
    Ketua Paguyuban Pusat Kuliner TVJ, Aris Susanto menyambut positif rencana pembangunan shelter TVJ yang permanen. “Memang itu yang selama ini kita nanti-nantikan,” katanya didampingi Sekretaris Paguyuban Sugiharto.
    Dengan dibangunnya shelter permanen,maka pengunjung tidak perlu khawatir lagi kehujanan atau kepanasan saat menikmati kuliner yang ada di kawasan ini.
    Ia juga berharap agar  TVJ bersih dari pengamen dan pengemis. Selama ini keberadaan pengemis dan pengamen dirasa mengganggu, terutama bagi para pelanggan.
    Karenanya, pihaknya sangat setuju bila dibuatkan  panggung hiburan live music yang diharap dapat mengurangi keberadaan pengamen dan pengemis. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

51 − = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.