Home > JATENG RAYA > Tugas Mendiang Yoga Berhubungan dengan Penagihan

Tugas Mendiang Yoga Berhubungan dengan Penagihan

Petugas menunjukkan helm yang ditemukan masih dikenakan Yoga yang telah tewas. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

 

 

KENDAL – Yoga Gatot Pramana, karyawan BRI unit Weleri Kendal yang ditemukan tewas di bangunan bekas rumah makan, sehari-hari bertugas di bidang marketing. Dengan tugas itu, hampir setiap ahri Yoga selalu bertemu nasabah. Masyarakat mengenal jabatan seperti itu dengan sebutan mantri.

Menurut rekan kerja Yoga, Muhamad Zaki, tugas Yoga adalah mendatangi nasabah di wilayah Weleri. “Itu sesuai wilayah tugasnya. Senin siang, teman-temannya mengirim pesan lewat Whatsapp, tapi tidak dibalas. Padahal pagi masih ikut apel,” kata Zaki.

Tugas yang dijalani Yoga ada beberapa hal. Mulai dari mencari nasabah, sampai pada penagihan. Kendati demikian, belum bisa dipastikan motif dugaan pembunuhan terhadap Yoga. Penyelidikan polisi masih terus berlangsung.

“Kami serahkan ke pihak yang berwajib untuk menangani kasus ini,” demikian Kolonel Wiratno, paman Yoga. Wiratno sendiri mengaku biasa berkomunikasi dengan Yoga. “Hampir setiap hari komunikasi. Tapi Senin siang, keluarga kehilangan kontak. Tidak bisa menghubungi,” lanjut Wiratno.

Jenazah Yoga Gatot Pramana (26), ditemukan tergeletak di bekas dapur Rumah Makan Sumber Rasa Jalan Pantura Wonotenggang Rowosari, Kendal pada Selasa (21/11) pagi. Siang, polisi membawa jenazah Yoga ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.

Saat ditemukan, Yoga masih mengenakan helm dan jaket. Barang-barang miliknyapun utuh. Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, penemuan korban kali pertama oleh kerabatnya yang bersama anggota Polsek Rowosari mencari korban. “Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan motif pembunuhan ini. Kasusnya masih kota dalami,” kata Aris. (MJ-01)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar