Beranda JATENG RAYA METRO PANTURA Tubing di Saluran Irigasi? Kenapa Tidak?

Tubing di Saluran Irigasi? Kenapa Tidak?

136
0
tubing parikesit
Pengunjung pesona wisata tubing bumi parikesit Desa Blimbing Boja Kendal menyusuri saluran irigasi dengan ban bekas dan meluncur di juram buatan. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL –  Warga di Desa Blimbing Kecamatan Boja Kabupaten Kendal mengubah saluran irigasi yang membelah perkampungan menjadi tempat wisata air baru. Memanfaatkan jerinihnya air di saluran irigasi dan pemandangan alam yang indah, tempat ini ramai kunjungan. Pengunjung bisa menyusuri saluran irigasi dengan ban bekas.

Kedalaman saluran irigasi yang hanya satu meter. Arusnya pun tidak deras. Sehingga wahana permainan air ini relatif aman bagi anak-anak. Beberapa pengunjung datang ke obyek wisata Tubing Bumi Parikesit Desa Blimbing beserta keluarga.

Spot tubing ini memang tidak terlalu panjang. Ada saluran sepanjang 200 meter yabg membelah perkampungan warga. Bagi yang ingin lebih lama menyusuri saluran irigasi ini, bisa mencoba titik start lebih jauh. Setidaknya, track sepanjang 500 meter bisa didapatkan.

Tidak hanya menyusuri bersih dan jernihnya air saluran, pengelola tubing Bumi Parikesit juga membuat jeram buatan. Dengan memanfaatkan pintu saluran irigasi, dibuat jeram yang tentunya juga aman bagi pengunjung. Jeram buatan ini cukup curam sehingga bisa memacu adrenalin pengunjung yang ingin merasakan sensasi meluncur dari ketinggian tiga meter.

Alif Hafid pengunjung asal Kaliwungu mengatakan, bermain air di lokasi ini cukup mengasyikkan. “Selain airnya jernih juga bisa menyusuri saluran dengan ban bekas dan meluncur di pintu saluran irigasi,” katanya.

Sementara itu untuk menyusuri saluran irigasi, dari titik start yang lebih jauh pengunjung harus dilengkapi dengan pelampung dan helm pengaman. Pengunjung menyusuri saluran dengan beriringan, sembari menikmati pemandangan alam kebun milik warga. “Sensasi meluncur di jeram buatan yang lebih tinggi menjadikan wahana ini menarik untuk dikunjungi pencinta olahraga ekstrem,” ujar Ulya, pengunjung lainnya.

Pengelola wisata air Tubing Bumi Parikesit Desa Blimbing, Mutakin mengatakan saluran irigasi yang digunakan untuk wisata air tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter dan lebar bervariasi dari dua meter hingga lima meter. “Pengunjung bisa menikmati wisata air dimulai dari timur bendungan blimbing dan berakhir di depan rumah kepala desa, dengan total terdapat tiga jeram buatan yang memanfaatkan pintu saluran irigasi,” jelasnya.

Untuk bisa menikmati sensasi menyusuri saluran irigasi membelah perkampungan warga, pengunjung cukup membayar Rp 5.000 untuk anak-anak, dan Rp 7.000 untuk dewasa sebagai pengganti sewa ban bekas. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner yang dijajakan warga sekitar sebagai upaya pemberdayaan warga sekitar saluran irigasi ini. Penasaran dengan indahnya tubing di saluran irigasi ini, silahkan mencoba jika berkunjung ke kabupaten Kendal. (MJ-01)