Tolak Bubarkan Hansip, Pemkot Solo akan Surati Mendagri

Pemkot Solo berharap Hansip tidak dibubarkan. Foto Metrojateng/dok
Pemkot Solo berharap Hansip tidak dibubarkan. Foto Metrojateng/dok

SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, menolak penghapusan Keppres tentang pembubaran Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pasalnya, pembubaran Linmas akan menimbulkan pengangguran baru di Solo sekitar 3.000 orang. Untuk itu, Pemkot segera mengirimkan surat kepada Mendagri dan BPK, yang mengatur regulasi baru.

Sekadar diketahui Linmas di Solo ada sekitar 3.000 orang. Di mana semenjak Walikota Joko Widodo, Linmas Solo mendapatkan uang sekali jaga dari Pemkot. Bahkan, dalam APBD yang telah digedok, setiap jaga akan mendapatkan uang sebesar Rp 38.500. “Anggota Linmas ada 3.000, kalau asumsi setiap anggota memiliki empat anggota keluarga, nanti sekitar 12.000 jiwa mau bagaimana. Karena ada yang usianya 19-20 tahun menjadi Linmas,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jumat (19/9).

Oleh karena itu, jika uang tersebut tidak diberikan, nantinya Linmas bisa menuntutnya, sedangkan Keppres yang mengaturnya telah dihapus. Untuk itu, kata Rudy, Pemkot akan segera mengirimkan surat ke Mendagri dan BPK. “Solo menolak pembubaran  sepihak Linmas, mestinya kami yang di daerah diajak bicara dulu,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, keberadaan Linmas sangat membantu baik Pemkot maupun aparat kepolisian. Pasalnya, selain menjaga asset kantor kelurahan di masing-masing wilayah, terkadang ikut membantu mengatur arus lalu lintas terutama di pagi hari khususnya saat jam-jam sekolah. “Semestinya kalau Keppresnya dicabut, ada regulasi lain yang mengaturnya,” katanya.

Menyinggung kemungkinan Linmas diseleksi menjadi Satpol PP, kata Rudy, Satpol merupakan PNS, sehingga tidak memungkinkan Linmas menjadi Satpol PP. “Soal Linmas mau mendatangi Istana, itu hak mereka,” ujar dia. (sus)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

47 − = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.