Home > JATENG RAYA > Tok Panjang, Menjaga Kebersamaan dalam Keberagaman

Tok Panjang, Menjaga Kebersamaan dalam Keberagaman

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang membuka acara dengan menabuh kencreng di Kawasan Pecinan, Selasa (24/1) malam.

Semarang – Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) kembali menggelar Pasar Imlek Semawis dengan kegiatan Tok Panjang, yakni jamuan santap makan bersama menyambut tahun baru Imlek 2568. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang membuka acara dengan menabuh kencreng di Kawasan Pecinan, Selasa (24/1) malam.
Acara berjalan meriah dimulai dengan tarian genjring rahayu dari SMA Karangturi yang menggambarkan optimisme generasi muda. Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Ketua Kopi Semawis Haryanto Halim dan sejumlah pihak lain terlihat hadir.

Dalam kegiatan ini juga diluncurkan perangko Shio Ayam Api oleh PT Pos Indonesia khusus menyambut tahun baru imlek ini.

Ketua Kopi Semawis Haryanto Halim mengatakan, pasar imlek semawis ini yang ke-14. Tok Panjang merupakan sebuah pesta berbasis di jalan di mana segala komunitas, suku, ras bisa berinteraksi secara bebas. Kegiatan ini pertama kali yang menggelar Semarang di Indonesia. Kementerian Pariwisata bahkan telah manjadikan pasar semawis sebagai salah satu jujugan wisata di Indonesia. “Kita tetap mengusung tema keberagaman. Karena Tok Panjang terbukti terbukti mendukung interaksi di antara peserta yang datang,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Semarang meyakini keberagaman adalah keniscayaan atau hukum alam. Tema pasar Obar Abir yang diusung dalam Pasar Imlek Semawis ini, katanya, juga mendalam maknanya. Artinya yakni warna warni kebhinekaan dalam satu kesatuan yang wajib didukung semua pihak.

Tema ini juga menjadi acuan untuk menu yang disajikan dalam Tok Panjang. Artinya, unsur-unsur budaya Pecinan Semarang terwakili dalam menu. Menu tersebut di antaranya lunpia cap go meh, sup shanghai, nasi ayam hainan, brokoli jamur tungku, es klengkeng bak, jajan pasar obar-abir dan lainnya.

“Semoga keharmonisan selalu mewarnai kehidupan kita di tahun ayam mendatang,” ujar Haryanto Halim.

Sekretaris Umum Porinti (Persatuan Organisasi Indonesia Tionghoa) Semarang, Yoga mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatab Kopi Semawis ini. Karena selain baik juga sebagai untuk saling mengenal dan mencintai antara sesama ras, suku, budaya, sehingga terwujud persatuan dan kesatuan di Kota Semarang

“Porinti akan selalu mendukung kegiatan Kopi Semawis” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, menurut catatan libur tahun baru imlek dimulai tahun 2003 saat presiden Megawati. Saat ini telah dirayakan tidak hanya oleh warga Tionghoa tapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Hendi-panggilan akrabnya, juga menilai Tok Panjang yang sudah dua kali digelar dalam Pasar Imlek Semawis, filosofinya kurang lebih seperti Lebaran yaitu kumpul bareng bersama sanak saudara dan makan-makan. 

“Jadi intinya kebersamaan. Kebersamaan ini perlu dirawat dengan saling menghormati dan menghargai,” katanya. Mewakili pemkot Hendi mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2568 yang akan jatuh pada 28 Januari. Sedangkan Pasar Imlek Semawis sendiri akan berlangsung pada 24 hingga 26 Januari. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar