Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > TNI AU Restui Pangkalan Udara Wirasaba Jadi Bandara Komersial

TNI AU Restui Pangkalan Udara Wirasaba Jadi Bandara Komersial

Ilustrasi Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto Metrojateng/MJ-06
Ilustrasi Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto Metrojateng/MJ-06
SEMARANG – TNI Angkatan Udara akhirnya menyetujui pengembangan Lapangan Udara Wirasaba menjadi bandar udara. Surat persetujuan telah diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 9 September lalu.
Surat dengan Nomor: B/837-09,32/9/Disfaskonau itu  ditandatangani Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia. TNI AU menyetujui pemanfaatan aset barang milik negara (BMN) Pangkalan TNI AU Wirasaba untuk menjadi bandar udara komersial.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan, pada 2007, TNI AU sudah pernah mengirimkan persetujuan serupa, namun masa berlaku hanya satu tahun dan belum ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman bersama.
Nota kesepahaman dimaksud akan mengatur tentang daerah lingkungan kerja bandara, operasional penerbangan, pemanfaatan aset BMN berupa aset tanah atau fasilitas, dan pengaturan personel penerbangan. “Kali ini Nota kesepahaman akan segera kami lakukan, sudah kami siapkan, tinggal pelaksanaan saja,” katanya, Kamis (11/9) di kantor Dishubkominfo Jateng.
Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan masterplan pengembangan Bandara Wirasaba. Melihat kebutuhan 25 tahun ke depan, Dishubkominfo Jateng ingin merancang landasan pacu (runaway) hingga 2000 meter. Hal ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin ada pesawat jet berkapasitas minimal 100 orang di Wirasaba. Tapi Kementerian Perhubungan berpandangan berbeda. Menurut mereka, melihat kebutuhan saat ini yang belum terlalu besar, maka runaway cukup sekitar 1400 meter saja.
Masterplan ini juga terkait dengan penyediaan anggaran pembangunan. Jika hanya 1400 meter, tidak perlu pembebasan lahan baru. Tapi kalau lebih, pembebasan lahan harus dilakukan dengan dana dari patungan lima kabupaten. Yakni Purbalingga, Banyumas, Wonosobo, Banjarnegara, dan Kebumen.
Pemprov juga sedang mengajukan permohonan bantuan anggaran dari Kementerian Perhubungan. Rencananya, kementerian mengucurkan dana untuk bagian runaway dan apron pesawat. Sedangkan bagian darat seperti terminal dan lainnya menjadi urusan Pemprov dan lima kabupaten.
Urip berharap masterplan sudah tuntas pada awal 2015. Pada saat itu detail engineering design (DED) sudah jadi dan pengembangan bandara bisa dimulai pada awal 2016.(MJ-03)

Ini Menarik!

Pailit, Nyonya Meneer Nunggak Upak Buruh Rp 98 Miliar

Share this on WhatsAppSEMARANG – Setelah diputus pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai …

Silakan Berkomentar