Home > JATENG RAYA > TNI AL Sumbang 15.000 Mangrove di Tambaklorok

TNI AL Sumbang 15.000 Mangrove di Tambaklorok

Wali Kota Semarang beserta Rombongan Jalasenastri TNI AL Peduli Masyarakat Pesisir secara simbolis menanam mangrove di Tambaklorok. (foto: metrosemarang.com/ Mukhamad Masrukhin)

SEMARANG – Keluarga besar TNI Angkatan Laut ikut melakukan penanaman sebanyak 15.000 mangrove di kawasan Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan dalam rangka HUT ke-71 Jalasenastri ini bertujuan untuk membantu kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya mencegah dari ancaman rob, banjir, dan pengikisan lahan permukiman.

Kegiatan keluarga besar TNI Angkatan Laut tersebut dilakukan pada hari Sabtu (11/8). Saat ini TNI AL melalui rangkaian kegiatan tersebut ingin ikut berupaya untuk  meningkatkan sarana fisik dan non fisik, peningkatan kesehatan, dan kesejahteraan masyarajat. Serta memberikan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman tentang kehidupan TNI AL.

Bantuan bibit mangrove yang diserahkan sebanyak 15.000 tersebut akan ditanam secara bertahap. Dalam kegiatan penanaman mangrove ini, juga dilakukan bakti sosial kesehatan dimana TNI AL melibatakan enam personil tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Bakti sosial yang dilaksanakan berupa pengobatan umum, khitan, renovasi ruang baca Islam Taqwiyatul Wathon, penyuluhan dan pemeriksaan gigi, serta bedah rumah tidak layak huni.

Upaya menanam ribuan mangrove tersebut, mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Hendrar Prihadi sebagai orang nomer satu di Kota Semarang. Hendi, sapaannya, menyebutkan bahwa Semarang sebagai kota pesisir memiliki tantangan yaitu terbebas dari rob, banjir, dan pengikisan tanah.

‘’Untuk itu kita harus mensiasatinya dengan cara rekayasa teknis, penataan ekosistem, penghijauan, serta penanaman mangrove seperti yang dilakukan oleh keluarga besar TNI Angkatan Laut ini,’’ tuturnya.

Penanaman mangrove di Tambaklorok akan sangat bermanfaat, terbukti yang sudah dilakukan di sebagian wilayah Kota Semarang lainnya yaitu di Tapak, Tambaklorok, Tambakharjo, dan Mangunharjo. Kondisi tanah di Semarang saat ini tergolong kritis. Setiap tahun tanah mengalami penurunan sekitar 10 centimter atau satu meter setiap 10 tahun.

‘’Ini harus menjadi isu dan persoalan bersama agar seluruh stkeholer dapat bergerak bersama untuk mengataasi rob, banjir, dan pengikisan tanah. Solusinya di antaranya dengan pencegahan pengambilan air tanah dan penanaman mangrove sembari disusunnya Peraturan Daerah tentang pengelolaan air tanah ini,’’ tandasnya. (duh)

 

 

Ini Menarik!

Konduktor Asal Amerika Akan Ramaikan Konser Sumpah Pemuda

Share this on WhatsAppSEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Semarang melalui …

Silakan Berkomentar