Home > JATENG RAYA > Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Panen raya di Desa Surokonto Wetan. (foto: metrojateng.com/ Edi Prayinto)

KENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 ton beras dan tahun 2016 sebesar 147.585 ton beras. Sementara konsumsi beras meningkat dari tahun 2013 sebesar 79.948 ton beras, menjadi 80.393 ton beras tahun 2016.

Meskipun tiap tahun Kendal mengalami surplus beras namun tetap dipandang perlu mempertahankan luas baku lahan sawah dan peningkatan produksi padi. Yakni dengan penggunaan padi varietas unggul baru.

Kepala Dinas Pertanian Kendal, Diah Aning Budiarti mengatakan ada pelaksanaan panen di lahan sawah menggunakan tanaman Padi Varietas Inpago Unsoed 1. Ini merupakan varietas padi gogo unggul yang tahan terhadap kekeringan dan bersifat aromatik dengan umur tanaman 110 jari atau 3,5 bulan.

Dijelaskannya jika luas baku lahan sawah pertanian di Kendal 25.989 hektar, dengan rencana tanam padi 2017 sebesar 46.743 hektar. Rencana panen 45.066 Hektar, Rencana Produktivitas 58,17 Kuintal per Hektar dan tencana produksi 262.164 Ton GKG (Gabah Kering Giling).

“Realisasi panen Januari-September sebesar 40.611 hektar dengan produksi sebesar 206.098 Ton GKG (Gabah Kering Giling),” tandasnya.

Sementara, Bupati Kendal Mirna Annisa menyebut, peningkatan produksi tanaman pangan, perlu tetap ditingkatkan setiap tahun. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas. “Mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk,” katanya  di sela Panen Raya di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Rabu (18/10).

Untuk mengatasi kendala penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian, pemerintah mengharapkan adanya jalinan kerjasama antara petani dengan berbagai pihak secara berkelanjutan. Sehingga petani memperoleh kepastian dalam berusaha tani dan pemasaran hasil pertanian.

“Maksimalkan potensi lahan yang ada. Untuk dikelola secara optimal, dengan varietas benih yang bagus. Jalinlah kerjasama dengan berbagai mitra usaha bidang pertanian yang ada,” tambahnya.

Para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani, diminta terus menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada para petani. Sehingga para petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan hasil panen yang semakin meningkat dan swasembada padi tercukupi.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal berencana melakukan pengembangan sarana dan prasarana pertanian. Hal itu untuk mencapai swasembada pangan. Salah satunya dengan pembangunan infrastruktur jalan, untuk mengangkut hasil pertanian.

Selain itu, juga pembangunan jaringan pengairan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian. Untuk meningkatkan produktifitas, diperlukan perluasan area tanam. Hal itu memerlukan dukungan dalam pengolahan hasil produksi dan pemasarannya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Wuling Tawarkan Layanan Purnajual, Renault Tak Pasang Target Muluk

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Wuling dan Renault merupakan dua pemain baru dalam …

Silakan Berkomentar