Home JATENG RAYA METRO PANTURA Tidak Boleh Nyoblos, Warga Ricuh di Depan KPU Kendal

Tidak Boleh Nyoblos, Warga Ricuh di Depan KPU Kendal

14
0
SHARE
Aksi demo warga menuntut coblos di KPU Kendal ricuh melawan petugas Polres Kendal dalam simulasi Sispamkota dalam rangka pengamanan Pilgub 2018 di Stadion Kebondalem Kendal Selasa (13/2) pagi. (Foto: metrojateng/Edi Prayitno)

 

KENDAL – Karena tidak bisa mencoblos di TPS, warga mendemo di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal, Selasa (13/2) pagi. Aksi itu memicu aksi yang lebih besar. Warga terprovokasi, aksi demonstrasi berkembang menjadi penjarahan dan pembakaran di seluruh pelosok kota. Polisi lantas bertindak melumpuhkan para perusuh, menggunakan anjing pelacak.

Namun massa semakin banyak dan terdorong untuk melawan petugas yang mengadang meraka agar tak masuk ke Kantor KPU Kendal. Massa melempari batu, membuat suasana semakin kacau. Meski satuan anjing diterjunkan, para pendemo bergeming. Mereka terus melancarkan aksi, hingga akhirnya polisi menembakkan water canon.

Tembakan itu berhasil membuat massa mundur. Namun mereka kembali maju melawan polisi, setelah massa tambahan datang. Di luar kerumunan depan KPU, massa menjarah mobil pengangkut sembako dan membakarnya di tengah jalan. Polisi yang menerima informasi kemudian menerjunkan Tim Resmob. Satu persatu perusuh dan penjarah dilumpuhkan  dan dibawa ke Mapolres Kendal.

Situasi itu merupakan kejadian yang disimulasikan dalam latihan pengamanan kerusuhan Pilkada Kendal. Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan, simulasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi situasi yang serupa. Dalam pengamanan itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari sejumlah pihak, seperti TNI, Satpol PP dan masyarakat.

“Yang perlu dilakukan adalah antisipasi kericuhan. Meski pengamanan seluruhnya siap, tapi kami tetap mengendepankan upaya preventif atau pencegahan. Yakni dengan melakukan pendekatan secara persuasif kepada seluruh elemen masyarakat tokoh Parpol dan tim pemenangan pasangan calon,” jelasnya. (MJ-01)