Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Tidak Ada Sosialisasi Khusus Soal Ebola dan MERS CoV bagi Calhaj Kendal

Tidak Ada Sosialisasi Khusus Soal Ebola dan MERS CoV bagi Calhaj Kendal

Virus Ebola (ilustrasi)
Virus Ebola (ilustrasi)

KENDAL – Merebaknya virus mematikan Ebola dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV) menjadi kekhawatiran berbagai pihak karena bisa menyerang siapa saja. Namun Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal tidak memberikan sosialisasi khusus bagi calon jamaah haji tentang antisipasi virus tersebut. Hal tersebut karena dikhawatirkan Calhaj justru akan ketakutan secara berlebihan.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Kendal, Sumari, mengatakan bahwa pemberitaan terkait merebaknya virus ebola dan Mers Cov dapat memberikan dampak psikis bagi calhaj.

“Tidak ada sosialisasi khusus terkait kondisi itu. Kalau haji itu kan niatnya ibadah yang harus dilakukan dengan khusyuk, nah, kalau dilakukan sosialisasi nanti malah pada ketakutan dan mengganggu kekhusyukan dalam beribadah haji ini,” ujarnya, kemarin (31/08).

Menurutnya, virus Mers Cov sudah mulai merabak dan menjadi fenomena yang memprihatinkan bagi calhaj di seluruh dunia, beberapa tahun lalu. Namun, hingga saat ini jamaah haji dari Kabupaten Kendal yang tertular. Sedangkan virus ebola, papar dia, mulanya dari Afrika bukan dari Arab saudi.

“Pengalaman selama ini tidak ada masalah yang menyangkut virus itu. Kalau sola ebola, saya pikir pemerintah pusat maupun Arab Saudi sudah melakukan tindakan preventif demi keselamatan Calhaj yang berangkat ke mekkah,” lanjutnya.

Kendati demikian, pihaknya menmgaku tetap mewaspadai dan mengimbau kepada Calhaj asal Kabupaten Kendal untuk berhati-hati bertemu dengan Calhaj dari negara lain.

“Hanya sebatas imbauan saja. Kalau berlebihan nanti malah membuat takut,” papar dia.

Kepala Kemenag Kabupaten Kendal, Muhammad Habib menambahkan bahwa tindakan antisipasi yang bersangkutan dengan kesehatan Calhaj sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. “Kalau soal itu sudah tanggungjawab Dinas Kesehatan. Kalau dari Kemenag tidak ada, ya hanya sebatas imbauan saja,” tuturnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Pembangunan Tempat Relokasi Tahap II di MAJT Minus 4%

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Pembangunan tempat relokasi tahap II untuk pedagang Pasar …

Silakan Berkomentar