Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Terus Tertunda, Kawasan Industri Kendal Makin Tidak Jelas

Terus Tertunda, Kawasan Industri Kendal Makin Tidak Jelas

ilustrasi
ilustrasi

 

KENDAL- Pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) di Kaliwungu semakin tidak jelas kapan akan dimulai. Meski lahan sudah disiapkan, namun hingga kini belum ada rencana kapan akan dimulai peletakan batu pertama dan peresmian lahan.

Sedianya peletakan batu pertama dan peresmian lahan akan dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, namun harus  diundur hingga kedua kalinya. Peletakan batu pertama dan peresmian lahan tersebut sedianya dilakukan pada Mei lalu, dan diundur pada Juli 2014 lalu. Namun, karena adanya pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, acara tersebut kembali harus ditunda.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah‎ (Bappeda), Muhammad Toha mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan dilakukan persemian dan peletakan batu pertama tersebut. “Direncanakan akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura. Namun, sampai saat ini belum dijadwalkan ulang setelah mengalami penundaan kedua kalinya itu,” ujarnya.

Toha bahkan belum bisa memastikan persemian dan peletakan batu pertama masih akan dihadiri presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau presdien baru terpilih dari hasil Pilpres 2014. “Sepertinya harus menunggu presiden baru dilantik, untuk bisa dilaksanakan peresmian,” lanjutnya.

Menurutnya, pembangunan KIK sudah memenuhi segala persyaratan, termasuk analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang sudah disetujui gubernur. Toha juga mengatakan, sudah ada 15 pemodal dari perusahaan besar yang siap berinvestasi di KIK nantinya. “Tinggal pembebasan lahan yang masih terus dilaksanakan, harapannya akhir Agustus atau September selesai,” kata Toha, kemarin.

Sementara Pimpinan PT. KIK, ‎Sadeni Herndarman menambahkan, sudah ada lahan yang akan dipakai untuk peletakan batu pertama. Namun pihaknya memilih menunggu supaya seluruh perizinan dan pembebasan lahan selesai. “Sudah ada lahan 25 hektar yang siap diresmikan. Sementara saat ini kami masih menunggu izin pengambilan air di Sungai Blorong untuk keperluan dan kebutuhan air kegiatan KIK,” tandasnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Tren Penjualan Eceran di Semarang Belum Naik

Share this on WhatsApp    SEMARANG – Penjualan ritel atau eceran di Kota Semarang pada …

Silakan Berkomentar