Terjerat Human Trafficking, Bos PT SSS Justru Melenggang Bebas

SEMARANG – Herza Nanda tak kuasa menahan tangis tatkala mendengar putusan Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Pudjiastuti Handayani, pada Kamis (5/7).

Korban kasus TPPO menangis dalam pelukan ibundanya usai mendengar vonis hakim PN Semarang. Foto: fariz fardianto

Herza hanya bisa memeluk erat ibundanya saat hakim memvonis bebas Direktur PT Sofia Sukses Sejati, Windi Hiqma Ardani dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Herza merupakan salah satu korban kasus human trafficking yang menyeret nama bos PT SSS tersebut. Semula, Herza tergiur saat ditawarkan pekerjaan yang menjanjikan upah tinggi di Malaysia.

Ia dan ratusan temannya seperti Fajriatun ternyata tergiur. Mereka lalu diberangkatkan ke Malaysia. Direktur PT Sofia Sukses Sejati, Windi Hiqma mengiming-imingi mereka pekerjaan sebagai operator produksi di PT Kiss Production Food Trading di Malaysia. Gaji yang ditawarkan mencapai RM 900 sampai RM 1000.

Walau begitu, mereka ternyata tertipu. Herza dan kawan-kawannya tidak berkerja ke PT Kiss. Namun justru dilempar ke PT Maxim. Ironisnya lagi, gaji yang mereka terima jauh dari ekspektasi semula.

Atas kasus human trafficking itu, Windi Hiqma Ardani sempat dituntut hukuman 6 tahun penjara olek jaksa Kejari Semarang, ditambah restitusi kepada korban senilai Rp 1.176.000.000 subsider 2 bulan penjara.

Oleh jaksa, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dengan Pasal 4 Jo Pasal 48 Undang-Undang No. 21 Tahun 2007  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Namun, dalam muka sidang hari ini, Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Pudjiastuti Handayani menyatakam perkara yang menyeret nama Windi tidak bisa dimasukan dalam ranah pidana.

Setelah mempelajari kasus itu, ia berkata ada kekeliruan dalam penempatan tenaga kerja melalui PT SSS. Kesalahannya sebatas administrasi. “Atas kesalahannya, terdakwa telah dihukum oleh Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja berupa skors pada PT Sofia Sukses Sejati selama tiga bulan,” ungkapnya.

Ketua majelis hakim juga mengungkapkan bahwa, nama baik terdakwa bisa dipulihkan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap. “Mempertimbangkan untuk membebaskan biaya perkara kepada negara,” katanya.

Usai hakim mengetuk palu, Jaksa Fungsional Kejari Semarang, Zahri Aeniwati memilih pikir-pikir. Ia berkata akan berkoordinasi dengan Kasipidum untuk mengupayakan langkah hukum selanjutnya.

Kepala Bidang Hukum Migrant Care Nur Harsono, menyoroti lepasnya Windi atas perkara TPPO berdampak pada kasus serupa lainnya. Ia mengaku kecewa atas putusan hakim yang membebaskan Windy.

“Sudah jelas ada fakta bahwa terdakwa melakukan pelanggaran TPPO,” terangnya.

Ia menuding hakim tak cermat memeriksa berkas perkaranya. Hakim juga tidak mempertimbangkan keterangan saksi dan fakta persidangan selama kasus berlangsung.

“Pertimbangan hakim justru lebih banyak pada saksi yang meringankan. bukan saksi fakta. Kami kecewa hakim melepaskan terdakwa dari jeratan hukum,” tegasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

87 − 80 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.