Tergusur Tol, 4 Sekolah Ini 3 Bulan Menumpang

Pembangunan tol Semarang-Batang. (foto: metrojateng.com)

 

KENDAL – Empat sekolah di Kendal terkena proyek Jalan Tol Batang-Semarang. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait lahan pengganti maupun gedung yang baru.  Akibatnya, empat sekolah itu sudah hampir tiga bulan ini menempati gedung relokasi di Gedung Madrasah Diniyah di desanya masing-masing.

Empat sekolah tersebut yakni, SD Sumberagung 1 dan SD Sumberagung 2 Kecamatan Weleri, SD Sumbersari Kecamatan Ngampel,  SD Protomulto Kecamatan Kaliwungu Selatan dan SMP 2 Pegandon Kecamatan Pegandon. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Joko Supratikno mengatakan, penentuan lokasi maupun  pembangunan gedung sekolah pengganti masih menunggu kesepakatan (MoU).

Kesepakatan yang dimaksud adalah antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Desa setempat. “Sebab sekolah maupun tanah itu merupakan aset desa. Jadi kesepakatannya antara desa dengan BUJT, bukan dengan Disdikbud. Baru setelah ada kesepakatan akan kami mintakan persetujuan atau mengetahui Kepala Daerah yakni Bupati Kendal,” katanya.

Sejauh ini, kesepakatan antara BUJT dengan Desa belum dilaksanakan. Sehingga pihak Disdikbud belum bisa menentukan lokasi dimana empat sekolah itu akan dibangun. “Kami hanya fasilitator saja antara BUJT dengan Desa dan sekolah,” tandasnya.

Meski sekarang direlokasi, namun menurutnya hal itu tidak mengganggu jam belajar mengajar siswa. Pembelajaran tetap berjalan. Siswa bisa belajar sesuai kurikulum. “Kalau gangguan kenyamanan dalam belajar itu wajar. Karena belajar bukan di sekolah tapi di tempat relokasi sementara,” katanya.

Salah satu sekolah terdampak tol, SMP 2 Pegandon di Desa Rejosari. Bangunan sekolah itu persis bersebelahan dengan proyek tol Semarang- Batang. Tiga ruang kelas yang berada di sebelah selatan sekolah itu, semua sudah rata dengan tanah.

Kepala SMP 2 Pegandon, Darmono  mengatakan beberapa waktu lalu dirinya mengikuti rapat antara pihak pengembang proyek dengan pihak dari Pemkab mengenai nasib sekolah yang dipimpinnya. “Hasil rapat, nanti sekolah kami akan direlokasi ke tempat baru. Lokasinya tidak jauh dari lokasi yang saat ini,” ucapnya,

Sepengetahuannya pembangunan gedung sekolah di lokasi baru, dimulai pada bulan Maret. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan nasib tanah yang menjadi lokasi barunya itu. “Karena 3 kelas digusur maka para siswa kami gabungkan ke kelas yang lain. Jadi yang dulu jumlah siswanya hanya 32, sekarang menjadi 40,” katanya

Ia berharap jika benar akan direlokasi maka aset yang dimiliki sekolahnya tetap sama di lokasi yang baru. “Kalau sudah demi kepentingan nasional, mau tidak mau kami harus mengalah. Asalkan jika berada di lokasi baru maka kami mendapatkan apa yang kami miliki sebelumnya,” ucapnya.

Humas PT Waskita Karya Proyek tol Semarang – Batang Seksi IV dan V, Agus Khozin menuturan pihaknya pasti akan menyediakan lokasi baru untuk sekolah yang terkena dampak pembangunan proyek tol itu.  “Tidak mungkin kami ambrukan sekolahnya tapi tidak kami bangun. Pasti kami akan bangun sekolah baru,” pungkasnya. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

85 + = 88

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.