Beranda JATENG RAYA Terdakwa Penipu Dituntut Ringan, Warga Geruduk Kejari Kendal

Terdakwa Penipu Dituntut Ringan, Warga Geruduk Kejari Kendal

86
0
Massa melakukan orasi di depan gerbang Kantor Kejaksaan Negeri Kendal. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Puluhan warga Sukorejo yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Keadilan dan LSM Satria mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Kendal Senin (30/10) siang. Mereka menilai jaksa tidak adil dalam menangani kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa seorang pengacara. Tuntutan hukum atas terdakwa kasus tersebut dinilai terlalu ringan.

Kasus yang dimaksud terdaftar di Pengadilan Negeri Kendal dengan nomor perkara 86/Pid.B/PN Kdl. Terdakwa Purwati SH, dituntut 10 bulan penjara dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Padahal kerugian yang disebabkan mencapai miliaran rupiah.

“Mana keadilan? Itu sama saja dengan maling sandal. Padahal sudah jelas penipuan dan penggelapan ini merampas harta anak yatim yang kerugiannya miliaran rupiah,” ujar April Rudianto, salah satu peserta aksi.Sebelumnya, mereka berjalan kaki dari alun-alun Kendal ke Kantor Kejari Kendal yang berjarak 500 meter, dengan membawa poster juga spanduk.

Koordinator Aksi, Supriyanto menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum dinilai melecehkan rasa keadilan. Terlebih terdakwa adalah seorang pengacara, yang paham dengan hukum. “Ini merupakan pembusukan dalam tubuh Kejari Kendal. Melecehkan rasa keadilan, jaksa tidak bisa memilah dalam menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa,” kata Supriyanto.

Setelah menggelar orasi di depan pintu gerbang kantor Kejari Kendal, sejumlah perwakilan diterima Kepala Kejaksaan Negeri Kendal. Dalam pertemuan tersebut perwakilan warga meminta agar Jaksa Penuntut Umum kasus tersebut diperiksa dan diberi sanksi. Mereka juga mendesak Kepala Kejaksaan Negeri agar adil dalam menangani kasus tersebut.

Kajari Kendal, Yudi Hendarto mengatakan sebelum menjatuhkan tuntutan pihaknya telah melalui tahap kajian dan koordinasi. “Sesuai dengan alat bukti yang ada dan pasal yang dikenakan terdakwa dijatuhi hukuman badan 10 bulan. Terkait dengan vonis, itu ranahnya majelis hakim,” katanya.

Usai diterima Kajari massa kemudian membubarkan diri dan mengancam akan melakukan aksi serupa di Pengadilan Negeri Kendal saat sidang vonis mendatang dan meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan terdakwa. (MJ-01)