Beranda KRIMINAL & HUKUM Terbukti Terima Suap, Bunda Sitha Divonis 5 Tahun Penjara

Terbukti Terima Suap, Bunda Sitha Divonis 5 Tahun Penjara

54
0
BERBAGI

SEMARANG – Proses persidangan kasus suap yang melibatkan Wali Kota Tegal non aktif, Siti Masitha, memasuki babak akhir. Bunda Sitha, begitulah ia akrab disapa akhirnya divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, pada Senin (23/4).

Terdakwa Siti Masitha menyalami kuasa hukumnya usai vonis penjara lima tahun diketuk hakim. Foto: fariz fardianto

Ketua majelis hakim Tipikor Semarang, Antonius Widjantono, menyatakan Bunda Sitha bersalah karena menerima suap dari Cahyo Sapardi. Cahyo telah memberikan suap kepada Siti Masitha sejak 2016 hingga 2017.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama lima tahun penjara,” ujar Antonius.

Majelis hakim juga mewajibkan Bunda Sitha membayar denda Rp 200 juta subsider penjara selama 4 bulan.

Menurutnya Bunda Sitha bersalah lantaran melanggar Pasal 12 (b) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah ke dalam Pasal 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 juncto Pasal 64 KUHP.

Lebih jauh lagi, Antonius berpendapat bahwa Bunda Sitha menikmati uang Rp 500 juta dari total suap yang mencapai Rp 7 miliar.

Ia menuturkan status politik Bunda Sitha juga tidak dicabut seperti tuntutan Jaksa KPK. Sebab ia menganggap pencabutan hak politik Bunda Sitha tidak memiliki dasar yang kuat.

Putusan majelis hakim diketahui lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut majelis hakim menjatuhkan hukuman selama tujuh tahun penjara.

Karenanya, Jaksa KPK, Joko Hermawan, dalam sidang memilih pikir-pikir dulu selama tujug hari untuk menyikapi hasil vonis Bunda Sitha hari ini.

Sedangkan Siti Masitha pasrah terhadap vonis hakim. “Saya menerima putusan, yang mulia,” bebernya.

Siti Masitha terlibat dalam kasus suap pengelolaan dana jasa pelayanan RSUD Kardinah Kota Tegal Tahun 2017 dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kota Tegal tahun 2017. (far)